Kunjungan ketua MPR Zulkifli Hasan di Pesantren Al Iman (dok. Humas MPR/yus4) Jakarta, GATRAnews - Hari Libur Tahun baru Islam dimanfaatkan Ketua MPR Zulkifli Hasan dengan menyapa santriwan
Panglima TNI Ziarah ke Makam Para Prajurit TNI di Timor Leste (dok. Puspen TNI/yus4) Jakarta,GATRAnews - Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bersama Kasad Jenderal TNI Mulyono, Kasal
Dubes Malaysia, Zahrain Hashim (ketiga kanan) dan Mendikbud Muhadjir (kedua kanan) dalam acara peringatan 60th hubungan diplomatik Indonesia-Malaysia (GATRAnews/Nur Hidayat) Kompang dan Keris
Menristek Dikti Hadiri Deklarasi Kebangsaan Melawan Radikalisme di Fakultas Kedokteran UKI (GATRAnews/M. Rozak/yus4) Jakarta, GATRAnews - Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia diminta menghidupkan
Fadli Zon (Antara/Sigid Kurniawan/yus4) Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon angkat bicara terkait wacana pembubaran Kodim dan Koramil yang dilontarkan Gubernur Lemhanas, Letjen Agus
Syafii Maarif (GATRA/Arif Koes H/AK9) Yogyakarta,GATRAnews - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif melihat isu kebangkitan komunisme dan Partai Komunis Indonesia di Indonesia
Herawati yang didampingi Riza Deliansyah menyerahkan dana beasiswa kepada siswa. (GATRAnews/Dok. AI) Jakarta, GATRAnews - Sebanyak delapan orang perwakilan siswa berprestasi dari 4.000 anak yang

Ampuh Tolak Politisasi Kasus Tragedi G30S PKI

aktivis Ampuh Demo di Kantor LBH Jakarta (Foto: Kino)

Jakarta, GATRAnews - Sejumlah aktivis yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa Peduli Hukum (Ampuh), Kamis (14/9) siang menggelar aksi di kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH), di Jalan Diponegoro, Jakarta. Mereka meminta kasus G30S/PKI jangan diungkit-ungkit lagi.


“Melalui aksi ini, kami dari Aliansi Mahasiswa Peduli Hukum (Ampuh) menolak segala bentuk politisasi terkait kasus Tragedi G30S/PKI. Persoalan PKI sudah selesai, tak perlu diungkit-ungkit lagi,” teriak Kordinator Lapangan Aksi, Muhibullah, melalui pengeras suaranya.

Teriknya panas matahari tak membuat para aktivis mengendurkan semangatnya meneriakkan yel-yel, sehingga Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, mengalami kemacetan. Dengan aksinya itu, mereka meminta semua elemen bangsa menghargai proses rekonsiliasi yang saat ini tengah berjalan.

Muhibullah mengatakan, tragedi G30S/PKI memang menjadi catatan kelam bagi perjalanan sejarah bangsa ini. Hal itu layak dijadikan pelajaran bagi bangsa ini, terutama generasi penerus bangsa agar di masa yang akan datang tidak terulang lagi.

“Sebagai bangsa yang besar dan berperadaban, kita harus bijak dalam menyikapi. Tidak selayaknya mengedepankan ego dan kepentingan sendiri-sendiri, baik karena faktor kepentingan kelompok dan golongan, ataupun karena demi untuk memenuhi hasrat politik ideologi tertentu.”

“Sebaliknya, sepantasnyalah kita harus menjunjung tinggi kesepakatan bersama yaitu demi untuk tetap tegak dan kokohnya NKRI dan Pancasila sebagai ideologi negara.”

“Kita sepatutnya memberikan dukungan dan apresiasi terhadap apa yang telah dan akan terus dilakukan oleh pemerintah dalam mencarikan solusi untuk masa depan dan juga penuntasan kasus tersebut. Semua itu dilakukan, tentu hanya semata-mata demi kepentingan bangsa dan negara,” ujar  Muhibullah.

Sebagaimana diketahui, lanjutnya, dalam menyelesaikan kasus G30S/PKI dan peristiwa sebelumnya, seperti peristiwa Madiun 1948, pemerintah telah membentuk tim gabungan dari Kejaksaan Agung, Komnas HAM, TNI, Kepolisian, pakar hukum, dan perwakilan masyarakat untuk menyelesaikan dugaan pelanggaran HAM berat masa lalu terkait G30S.


Editor: Arief Prasetyo

Share this article