Rudiantara Ingatkan Calon Kepala Daerah Tidak Jualan Smart City

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara. (GATRA/Jongki Handianto/AK9)

Jakarta, Gatracom - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengingatkan calon kepala daerah tidak mengumbar janji membangun smart city saat kampanye pilkada. Smart city tidak bisa dibangun asal-asalan dan mengabaikan banyak aspek.


"Jelang pilkada biasanya Smart City menjadi jualan, barang dagangan. Kalau nanti saya terpilih akan membangun smart city, tidak bisa seperti itu," ungkap Rudiantara di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, Rabu (15/11) pagi.

Pembangunan smart city harus mempertimbangkan ruang fiskal dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Jika dipaksakan untuk membangun smart city tanpa dukungan APBD maka akan berhenti di tengah jalan atau mangkrak.

Rudiantara meminta kabupaten/kota untuk tidak terburu-buru membangun smart city. Selain fiskal, masalah infrastruktur menjadi hambatan bagi daerah membangun smart city.

"Kalau tidak bisa, kabupaten/kota sabar dulu lah. Jangan sampai ramai-ramai membangun smart city tapi enggak suistainable," pungkas Rudiantara.

Diketahui, 24 kabupaten dan kota di Indonesia terpilih di tahap pertama Gerakan Menuju 100 Smart City 2017 karena telah menyusun smart city masterplan. Dalam masterplan itu, terdapat berbagai  program yang memanfaatkan teknologi untuk menjawab tantangan dan peluang daerah sampai 10 tahun ke depan.

ke-24 kabupaten/kota itu adalah Badung, Banyuasin, Banyuwangi, Bojonegoro, Gresik, Kutai Kertanegara, Lombok Timur, Mimika, Pelalawan, Siak, Sidoarjo, Sleman, Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Bogor, Kota Cirebon, Kota Jambi, Kota Makassar, Kota Samarinda dan Kota Semarang.


Reporter: Abdul Rozak
Editor: Arief Prasetyo

Share this article