Wapres Tekankan Demokrasi Harus Berjalan Dinamis

Wapres Jusuf Kalla saat membuka BDF 2017 di ICE BSD. (Dok. Setwapres/FT02)

Banten, Gatra.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka forum demokrasi Bali (Bali Democracy Forum/BDF) ke-10 dengan menekankan bahwa demokrasi seharusnya berjalan dinamis dan sesuai dengan kondisi masing-masing negara.

 

“Demokrasi bukan agama, yang harus mempunyai ketentuan-ketentuan yang sama. Demokrasi adalah alat yang disesuaikan dengan kondisi-kondisi yang ada,” katanya saat membuka BDF di Gedung Indonesia Conference and Exhibition (ICE), Bumi Serpong Damai, Banten, Kamis (7/12).

Wapres mengatakan bahwa demokrasi itu terus beerjalan dinamis. Tidak boleh satu, menjadi all size dilakukan satu cara, tidak harus begitu, tetapi harus sesuai dengan kondisi masing-masing.

“Di Asia Tenggara ini semua tentu negara demokratis, tapi demokrasi Indonesia berbeda dengan Singapura, berbeda dengan Malaysia, berbeda dengan Filipina dan negara lain. Tapi tetap, ujungnya adalah suatu demokrasi yang harus menghasilkan kemakmuran daripada bangsa-bangsa yang ada,” katanya. 

Wapres mengatakan bahwa forum demokrasi Bali telah menampung pandangan berbagai negara mengenai perkembangan demokrasi sejak penyelenggaraan pertama pada 2008 hingga yang ke-10 pada 2017.

"Pandangan-pandangan dunia tersampaikan dan Bali Forum itu bukan hanya di Bali. Kemarin diadakan di Tunis, jadi ini untuk selalu mengingatkan bahwa cara yang terbaik itu, paling kurang masalah-masalahnya ialah cara demokrasi, tapi betul-betul harus terbuka," katanya.

Wapres juga mengungkapkan bahwa banyak bangsa besar yang seakan-akan membawa demokrasi itu sebagai agama, sebagai tujuan, kemudian menyerang agama lain untuk demokrasi. Sehingga demokrasi dijadikan sebagai tujuan, kemudian kehidupan bangsa itu menjadi jauh lebih buruk dari pada sebelumnya. 

“Lihat Irak, lihat Syiria, karena dipaksakan untuk demokrasi diserang oleh Amerika, kemudian kehidupan negeri itu jauh lebih buruk daripada tujuan sebelumnya. Bagaimana Libya hari ini, saya kira tujuannya lebih jelek daripada apa yang dipikirkan untuk demokrasi,” katanya.

Tahun ini katanya banyak pengalaman yang dilakukan dengan sharing dalam forum ini. Hendaknya dapat bergembira untuk mencapai hal-hal yang baik dalam demokrasi itu. “Kita tanpa rasa takut telah menjalankan demokrasi itu, dengan nyaman secara konstruktif. Itulah esensi daripada demokrasi yang kita pahami,” katanya.


Editor: Anthony Djafar

 

Share this article