Mendikbud Semangati Guru Honorer Daerah

 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy memberikan semangat didepan guru honorer di Pohawatu, Gorontalo (14/1/2018). (GATRA/Riana Astuti/AK9)

Gorontalo, Gatra.com - Masih banyaknya guru honorer di Indonesia menjadi perhatian khusus bagi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Pasalnya dengan belum diangkat guru honorer menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) kesejahteraan guru belum diraih. 

Dalam pidatonya di acara Pembinaan Guru di Pohawotu, Gorontalo (14/1). Muhadjir Effendy mengatakan tengah berupaya mengangkat status guru honorer khususnya guru yang telah lama mengabdi.

"Berdoa. Mudah-mudahan tahun 2018 ini saya sedang mengusahakan bersama Pak Menpan untuk bisa memberikan alokasi yang besar untuk mengangkat guru honorer," ucap Muhadjir.

Untuk bisa menjadi guru tetap, Muhadjir menuturkan guru harus bisa melampaui syarat. "Mau mengabdi 15 tahun kalau tidak bisa melampaui syarat ya tetep tidak bisa diangkat. Maka dari itu harus berdoa, belajar dan berusaha," tutur Muhadjir.

Prasyarat yang harus dipenuhi seperti; harus memiliki kualitas akademik dari lulusan sarjana dibidang pendidikan, memiliki uji kompetensi guru sebagai pendidik dan terakhir memiliki sertifikasi. 

Sedangkan untuk syarat lulus sertifikasi, mantan rektor UMM Malang ini mengatakan saat ini Muhadjir mengusahakan agar bisa ditunda terlebih dahulu. 

" Bisa tes lulus nanti sertifikasinya setelah lulus. Mudah-mudahan itu bisa diterima agar nanti banyak yang lulus dan menjadi PNS guru," ungkapnya.

Sudah lebih dari 5 tahun ini tidak ada proses pengangkatan reguler. Sebanyak 736 ribu guru di sekolah negeri yang statusnya honorer. "Kita sama- sama berdoa. Bekerja keras dan sabar agar ada pengangkatan sebab yang pensiun juga sudah banyak," tutupnya.


Reporter : RAS

Editor : Sandika Prihatnala

Share this article