Suaka Rimbang Baling Terancam

Harimau Sumatera (ANTARA/Iggoy el Fitra/HR02)

Pekanbaru, GATRAnews - Kawasan Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Baling (KSMBRB) kini menjadi kawasan prioritas dunia bagi kelangsungan hidup habitat Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae).  Sebab kawasan seluas 136 ribu hektar yang berada di wilayah Kabupaten Kampar dan Kuantan Singingi Provinsi Riau itu terkoneksi dengan kawasan hutan Rimbo Panti di Utara, Kerinci Seblat di Selatan dan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) di Timur. 

"Sampai sekarang ada sekitar 20-25 ekor populasi Harimau Sumatera di sana. Dan populasi ini akan terus meningkat jika perlindungan terhadap kawasan meningkat pula," kata Sunarto, Specialist Konservasi Satwa WWF Indonesia, Minggu (16/7). 

Tapi yang ada sekarang kata ahli harimau ini, ancaman terhadap keselamatan kawasan justru semakin meningkat. Mulai dari keberadaan tambang batubara dan lahan akasia milik PT Riau Andalan Pulp and Paper di sisi Timur, hingga penebangan liar. 

"Sampai sekarang hanya ada 3 polisi hutan di sana meski luasnya hampir sama dengan TNBT. Sementara di TNBT, ada 100 an orang petugas," katanya. 

Saat ini kata Sunarto, sejumlah organisasi lingkungan seperti World Wide Fund (WWF) Indonesia dan organisasi lingkungan lokal, terlibat di sana bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. Tapi yang namanya investasi konservasi belum ada. 

WWF Indonesia sendiri kata Sunarto sedang konsen mengamati pergerakan Harimau Sumatera lewat 250 camera trap --- kamera pengintai gerak-gerik hewan liar --- yang di pasang di ratusan titik strategis di kawasan itu. 



Reporter: Abdul Aziz
Editor: Rosyid

Share this article