Di Hadapan Mahasiswa, Kapolri Sindir Demo “Nasi Bungkus”

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian berpidato pada Kongres IV Badan Eksekutif Mahasiswa/Dewan Mahasiswa Perguruan Tinggi Agama Islam (ANTARA/Nova Wahyudi/HR02)

Palembang, gatracom - Selama lebih dari satu jam, Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberikan kuliah umum di kongres besar Badan Eksekusif Mahasiswa (BEM)/Dewan Mahasiswa (Dema) Universitas Islam se Indonesia, Rabu siang (11/10). Di depan kongres Kapolri Tito sempat mengeluarkan sindiran mengenai aksi yang hanya bernilai nasi bungkus.



“Maaf ya, tidak maksud loh, jangan sekedar aksi “nasi bungkus”, tapi aksi yang memberikan solusi,”ujarnya di auditorium UIN Raden Fatah Palembang yang menjadi tempat pertemuan kongres besar mahasiswa Isĺlam indonesia tersebut.

Kalimat sang Jendral polisi ini langsung mendapatkan sambutan riuh dari ratusan peserta kongres. Ditegaskan Tito, pemuda terutama mahasiswa yang akrab dengan dunia akademik hendaknya kembali menempatkan perannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sejarah membuktikan peran mahasiswa dan pemuda sangat berpengaruh dalam perjalanan kepemimpinan di Indonesia,

“Saat ini, demokrasi lebih mengarah pada liberalisasi. Semua bebas mengeluarkan pendapat, berorganisasi. Namun terpenting saat memberikan kritikan, hendaknya memiliki solusi bersama. ‘Kan mahasiswa menjadi keluarga akademika yang harusnya cerdas memandang permasalahan,” terang ia sebagai penjelas atas pernyataan sebelumnya.

Sehingga, menurut jendral kelahiran Palembang ini, mahasiswa akan menjadi pemimpin bangsa yang mampu menjawab permasalahan secara ilmiah pada dasarnya. “Saya tertarik bisa memberikan kuliah dihadapan mahasiswa karena ini moment bagaimana melahirkan generasi selanjutnya dengan wawasan yang luas. Jangan hanya kuliah di dalam negeri, namun cari kesempatan berkuliah di luar negeri,” pungkasnya.





Reporter: T.Malinda
Editor: Rosyid
 

Share this article