Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (ANTARA/Reno Esnir/yus4) Jakarta,Gatracom-Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyebut Demokrat krisis kader muda, pasca meminang Emil Dardak
Emil Dardak. (Antara/Puspa Perwitasari/AK9) Jakarta, Gatra.com - Ketua Dewan Kehormantan PDIP Komarudin Watubun, menegaskan bahwa PDIP akan memberikan sanksi tegas berupa pemecatan Emil dari PDIP.
Yandri Susanto (Fraksipan.com/yus4) Jakarta, Gatra.com - Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (F-PAN DPR RI) Yandri Susanto mengkritik langkah
Ahyar Abduh (GATRA/Hernawardi/yus4) Mataram, Gatra.com-Setelah menarik dukungan ke bakal calon Gubernur Nusa Tenggara Barat, HM. Ali Bin Dahlan yang bersikukuh maju lewat jalur independen, PDI-P
Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar, Akbar Tanjung. (GATRA/Adi Wijaya/FT02) Jakarta, Gatra. com - Sekretaris Jendral (Sekjen) Partai Golkar Idrus Marham menepis anggapan  Wakil Ketua Dewan
Amien Rais (Antara/Regina Safri/yus4) Yogyakarta, Gatra.com- Anggota DPRD  sekaligus Wakil Ketua DPD PDIP DI Yogyakarta, Eko Suwanto menganggap pernyataan Amien Rais soal tuduhan pemerintah
Sekjen Partai Golkar Idrus Marham. (GATRA/Virdi/FT02) Jakarta, Gatra.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golongan Karya (Golkar) yakin bahwa Setya Novanto akan bertindak kooperatif terkait
Saturday, 25 November 2017 15:05

Sekjen Partai Golkar Idrus Marham ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Partai Golkar. (GATRA/Agriana Ali/FT02) Jakarta, Gatracom - Dewan ...

Saturday, 25 November 2017 15:05

Budi Waseso (Gatra/Rifki M Irsyad/yus4) Jakarta, Gatra.com - Relawan Jateng Gemilang meminta Komjen Pol Budi Waseso (Buwas) yang kini mendapuk ...

Saturday, 25 November 2017 15:05

Peneliti Senior CSIS J.Kristiadi (kiri). (Antara/Yudhi Mahatma/FT02) Jakarta,Gatra.com- Pengamat politik Central for Strategic and International ...

Harry Tanoe Mundur karena Langgar Kesepakatan

Jakarta, GATRAnews - Ketua Bidang Kebijakan dan Partisipasi Publik Partai Nasional Demokrat (NasDem), Zulfan Lindan, menegaskan bahwa mundurnya Harry Tanoesudibjo dari Ketua Dewan Pakar karena melanggar berbagai kesepakatan, di antaranya memuat tokoh dalam iklan NasDem.

"Jangan muncul tokoh dalam iklan, termasuk saya (Surya Paloh, Red.). Kita sudah sepakat jangan ada figur. Tapi di seluruh Indonesia ada bilboard yang memuat figur Harry Tanoe," tuding Zulfan, dalam diskusi bertajuk "Partai NasDem Pasca Ditinggal Harry Tanoesudibjo", di Jakarta, Jumat (25/1).

Atas dasar itu, Zulfan mempertanyakan siapa yang sebenarnya otoriter dan melanggar kesepakatan. Menurutnya, hal itu harus dipatuhi karena partai politik mempunyai visi misi dan taktik untuk pemenangan. "Jadi siapa yang otoriter? Itu yang dianggap otorter, partai punya visi dan misi, ada taktik," ungkapnya.

Kesalahan yang dilakuan Harry Tanoe lainnya, imbuh Zulfan, Harry setuju jika Surya Paloh menjadi Ketua Umum, asalkan dirinya menjadi Ketua Majelis Tinggi dan Sekretaris Jenderal dijabat Ahmad Rofiq.

"Ini tidak dikabulkan dan kemudian Harry ngambek dan menyatakan mundur. Permintaan Harry ini bertujuan membuang Surya Paloh seperti Bung Karno tahun 1958. Ini strategi Harry Tanoe agar Surya Paloh jadi tempe," tudingnya.

Selain itu, Harry juga melakukan kesalahan, yakni mengumpulkan 22 DPW se-Indonesia tanpa sepengetahuan Surya Paloh. Pertemuan ini, arahannya untuk menyingkirkan Surya Paloh dari NasDem. "Jadi bagaimana dia (Harry Tanoe, Red.) katakan tidak mencari jabatan," cetusnya.

Lebih jauh Zulfan mengungkapkan, Harry Tanoe ingin memperoleh kekuasaan di legislatif atau eksekutif. "Kita sudah mencium, ini niru Ahok, kenapa dia yang tidak punya uang bisa jadi? Kita sudah mencium itu, masa kita tidak jadi?" ujarnya. (IS){jcomments on}

Share this article