Oesman Sapta Odang. (Antara/Reno Esnir/AK9)     Jakarta, Gatra.com - Partai Hanura kubu Syarifuddin Sudding akan melaporkan Oesman Sapta Odang ke Bareskrim Mabes Polri, Senin, (22/1), hari
Puti Guntur Soekarno (tengah) bernyanyi bersama Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim Sri Untari (kanan) dan Anggota Fraksi DPR RI Indah Kurnia. (GATRA/Abdul Hadi JM/FT02) Surabaya, Gatra.com
Dadang Rusdiana. (Dok. DPR/AK9) Jakarta, Gatra.com - Pengurus Partai Hanura membuat mosi tidak percaya kepada Ketua Umumnya Oesman Sapta Odang (OSO). Ketua DPD RI itu disebut-sebut sudah dipecat
Cawagub PDI-P untuk Pilkada Jawa Timur Puti Guntur Soekarno. (Dok. Twitter/@PutiSoekarno/FT02) Jakarta, Gatra.com - Puti Guntur Soekarno resmi dicalonkan PDI Perjuangan sebagai cawagub Jawa Timur
Bakal Calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (kedua kiri) bersama Ketua Umum DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Arif Hari Setiawan (kiri), Sekretaris Umum DPW PKS Jatim Irwan Setiawan (kedua
Penyerahkan SK kepada pasangan calon kepala daerah yang diusung Partai Golkar pada Pilkada Serentak 2018 diantaranya 17 Pilgub, 115 Pilkada Kabupaten, dan 39 Pikada Kota. (ANTARA/Wahyu Putro A/FT02)
Presiden Joko Widodo bersama Muhaimin Iskandar saat mencoba kereta api bandara dari Bandara Soekarno Hatta menuju Stasiun Sudirman Baru, Tangerang, Banten. (Antara/Rosa Panggabean/AK9) Jakarta,
Wednesday, 24 January 2018 05:22

Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO). (GATRA/Ervan Bayu/FT02) Jakarta, Gatra.com- Ketua Umum Partai Hanura kubu 'Manhattan' Oesman ...

Wednesday, 24 January 2018 05:22

Bakal calon Gubernur Jawa Barat Tubagus Hasanuddin (kedua kanan) didampingi bakal calon Wakil Gubernur Jawa Barat Anton Charliyan (kanan). (Antara/M ...

Wednesday, 24 January 2018 05:22

Zulkifli Hasan. (Antara/Yudhi Mahatma/AK9) Yogyakarta, Gatra.com -  Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan akan melaporkan Ketua MPR RI Zulkilfi ...

Monday, 04 March 2013 23:02

Pertemuan PKPI-KPU Hanya Berbuah Sumpah Serapah Featured

Written by 
Rate this item
(0 votes)

Jakarta, GATRAnews - Audiensi jajaran petinggi dan kader Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dengan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) hanya membuahkan sumpah serapah dan makian. Pasalnya, pertemuan selama 36 menit di Media Center KPU, Jakarta Pusat, Senin, (4/3) itu, tidak membuahkan kesepakatan pasti apapun. Sumpah serapah dan makian itu dilontarakan sejumlah kader bahkan jajaran PKPI yang merasa kesal dengan sikap KPU yang meminta waktu 1-2 minggu untuk mepelajari dan menyikapi fatwa Mahkamah Agung (MA) yang memperkuat putusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

 

"Ini secepatnya kita akan bahas. Dalam waktu dekat kami akan bahas. Kami butuh waktu 1-2 minggu. Ini kami harus bahas banyak hal, tidak boleh hanya mempelajari satu sisi saja, tapi harus mempelajari bebagai sisi," dalih Komisioner KPU, Ferry Kurnia Rizkiyansyah. Selain itu, pernyataan Komisioner KPU lainnya, Ida Budiati juga semakin memancing kekesalan sejumlah kader dan jajaran. Pasalnya, Ida mengaku semua yang dilakukan KPU telah sesuai perundang-undangan.

 

"Kami dengar pernyataan kalimat yang cantik dari Ibu Ida, kalau memang sesuai aturan, 50 kecamatan tidak diverikasi, kenapa KPU tidak mengakui. Kami lolos, tapi kenapa disamakan dengan yang 15 (tidak lolos-Red.)? Kami sudah lolos, jangan diberikan tafsir!" Humas PKPI, Ruli mempertanyakan. PKPI mengharapkan KPU tidak lama mengambil keputusan dan sikap. Pasalnya, jika KPU memutuskannya dalam waktu 15 hari, hampir dipastikan kehilangan kesempatannya sebagai peserta Pemilu 2014, karena masa itu Parpol harus menyerahkan calon legislatifnya ke KPU.

 

"Tidak mungkinkan kita terus menunggu, karena kita tidak tahu batas waktunya KPU. Apakah menunggu bereaksi mereka di bawah. Sabarkan ada batasnya. Karena kita sudah melalui mekanisme santun dan beretika dalam berpolitik. Mana pernah kita anarkis," tegas Sutiyoso. Usai audensi masa pun diminta tenang, namun saat 4 komisioner yakin Hadar Navis Gumay, Ida Budiati, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, dan Arif Budiman hendak keluar ruangan, hujan hujatan pun mengarah ke Ida dan Hadar. "Hadar, balek (pulang) kau ke Plembang, habis kau!" teriak salah seorang kader kepada Hadar.

 

Tak hanya Hadar, Ida pun mendapat sejumlah teriakkan makian dan sumpah serapah. Berbagai sumpah serapah dan tudingan, bahwa KPU yang dinilainya tidak independen, serta dinilai sebagai kepanjangan tangan partai Senayan pun dilontarkan para kader yang memenuhi ruangan Media Center KPU tersebut. "Ida kau jangan kaku, seperti kayu kering," ucap Kader lainnya.

 

Sementara pengurus DPP PKPI menegur komisioner Ida Budiati yang acap kali bersembunyi di balik aturan KPU dan UU saat sesi dialog tersebut. "Kami mendengar kalimat-kalimat yang cantik dari Ibu (Ida). Seolah-olah sudah benar. Tapi dari pertama pun sudah salah. Justru ibu dan bapak yang Bodoh ini  mengintervensi. Kalau Bawaslu memang tidak benar kenapa tidak dituntut ke PTUN. Kenapa kami yang harus ke PTUN," geram pengurus PKPI tersebut.

 

Pertemuan itu hanya diikuti 4 komisioner yang menjumpai ratusan kader PKPI. Sementara Ketua KPU Husin Kamil Manik tak terlihat dalam pertemuan itu. Aparat keamanan tetap mengawal 4 anggota KPU itu hingga keluar menuju gedung utama KPU.(IS)

 

Read 2064 times Last modified on Thursday, 07 March 2013 23:13