Dadang Rusdiana. (Dok. DPR/AK9) Jakarta, Gatra.com - Pengurus Partai Hanura membuat mosi tidak percaya kepada Ketua Umumnya Oesman Sapta Odang (OSO). Ketua DPD RI itu disebut-sebut sudah dipecat
Cawagub PDI-P untuk Pilkada Jawa Timur Puti Guntur Soekarno. (Dok. Twitter/@PutiSoekarno/FT02) Jakarta, Gatra.com - Puti Guntur Soekarno resmi dicalonkan PDI Perjuangan sebagai cawagub Jawa Timur
Bakal Calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (kedua kiri) bersama Ketua Umum DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Arif Hari Setiawan (kiri), Sekretaris Umum DPW PKS Jatim Irwan Setiawan (kedua
Penyerahkan SK kepada pasangan calon kepala daerah yang diusung Partai Golkar pada Pilkada Serentak 2018 diantaranya 17 Pilgub, 115 Pilkada Kabupaten, dan 39 Pikada Kota. (ANTARA/Wahyu Putro A/FT02)
Presiden Joko Widodo bersama Muhaimin Iskandar saat mencoba kereta api bandara dari Bandara Soekarno Hatta menuju Stasiun Sudirman Baru, Tangerang, Banten. (Antara/Rosa Panggabean/AK9) Jakarta,
Bakal calon Gubernur Jawa Barat dari Partai Golkar, Dedi Mulyadi. (Dok. Twitter/@DediMulyadi71/FT02) Bandung, Gatra.com - Bakal calon Gubernur Jawa Barat dari Partai Golkar, Dedi Mulyadi mengaku
Pertemuan para Petinggi PKS, PAN, dan Gerindra ke kantor DPP PKS, Jakarta Selatan. (Dok. DPP PKS/FT02) Jakarta, Gatra.com - Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf Al Jufri dan Presiden PKS
Sunday, 21 January 2018 04:18

Para petinggi partai Hanura kubu OSO dan sejumlah perwakilan DPD Partai Hanura bergandeng tangan bersama saat memberikan keterangan pers terkait ...

Sunday, 21 January 2018 04:18

Puti Guntur Soekarno berziarah ke makam Syaichona Muhammad Cholil di Desa Martajasah, Bangkalan. (GATRA/Abdul Hadi JM/FT02) Bangkalan, Gatra.com ...

Sunday, 21 January 2018 04:18

  Sekretaris Fraksi PAN Yandri Susanto (GATRAWem Fernandez/re1) Jakarta, Gatra.com - Tarik ulur pembahasan revisi UU MD3 masih terjadi antara ...

Demokrat Tak Akan Ganti Pejabat Pendukung Anas

Jakarta, GATRAnews - Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Syarif Hasan menegaskan, partainya tidak menggagendakan rotasi pejabat tinggi partai yang dinilai sebagai loyalis Anas Urbaningrum, dalam Kongres Luar Biasa (KLB) yang rencananya akan dihelat sebelum 9 April mendatang.

"Kita tidak membicarakan itu (penggeseran petinggi Demokrat, Red.)," jawab Syarif usai menghadiri penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa Taufiq Kiemas di Gedung DPR RI, Jakarta, Minggu, (10/3), soal apakah para loyalis Anas akan digeser atau tidak, sebagaimana isu yang beredar selama ini.

Syarif menambahkan, Demokrat akan mentaati seluruh ketentuan Undang-undang Pemilu, sehingga hampir dipastikan KLB itu digelar agar daftar calon legislatif (DCS) bisa ditandatangani ketua umum sebelum diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Sebelumnya, mantan Ketua Umum Anas Urbaningrum dalam diskusi bertajuk "Smart Evening With Rosi", Rabu malam lalu, (6/3), mengaku belum melayangkan surat resmi penguduran dirinya setelah pernyataan lisannya, menyusul ditetapkan sebagai tersangka korupsi Hambalang.

Anas mengatakan, tidak ada satu orang pun yang berhak menerima surat tersebut, termasuk Ketua Majelis Tinggi, Susilo Bambang Yudhoyono. Menurutnya, yang layak menerima pengunduran dirinya adalah KLB. Pengangkatan dirinya sebagai ketua umum dilakukan melalui kongres, sehingga surat tersebut pun harus diserahkan ke kongres.

"Kalau dikirim, yang layak menerima surat pengunduran diri itu kongres, tidak ada instansi yang mempunyai mandat mencabut itu, kecuali kongres," tandasnya.

Menurutnya, ia belum mengirimkan surat pengunduran dirinya, karena mantan partai cinta pertamanya tersebut belum menentukan jadwal KLB. Selain itu, Anas menganggap, karen dirinya merupakan bayi yang tidak diinginkan, maka hampir dipastikan suratnya pun tidak dinantikan.
"Suratnya pun tidak diharapkan oleh bapaknya," seloroh Anas.

Pada kesempatan tersebut Anas juga menilai, adanya faksi-faksi di dalam partai politik merupakan hal yang wajar. Menurutnya, semakin besar satu partai, maka semakin banyak pula faksi-faksinya.

"Ada faksi di partai itu hal yang biasa. Kalau partai kecil faksinya kecil, kalau partai besar lazim faksinya besar. Partai Demokrat ini masih belajar, wajar kalau ada faksi-faksi," pungkasnya. (IS){jcomments on}

Share this article