Perang Survei Pilkada DKI Jakarta

Jakarta, GATRAnews – Survei Lingkaran Indonesia (LSI Denny JA) menyebutkan bahwa elektabilitas Agus-Syilvi mencapai 36,7%. Disusul Ahok-Djarot sebesar 32,6% dan Anies-Sandi di urutan paling buncit dengan perolehan 21,4% dengan unidentified 9,3%.

 

Sementara, survei PolMark Research Center, merilis tingkat keterpilihan paslon Anies-Sandi mencapai 25,3% disusul paslon Agus-Sylvi 23,9% dan Ahok-Djarot 20,4%. Terlihat, posisi elektabilitas Anies-Sandi jomplang antara hasil survei LSI Denny JA dan PolMark Indonesia.

 

Menurut peneliti LSI Ardian Sopa, penyebab rendahnya elektabilitas Anies-Sandi ialah akibat blunder elektoral Anies di segmen pemilih nasional. Basis pemilih Anies-Sandi yang berasal dari kelas menengah ke atas dan pendidikan tinggi, turun dari 23,10% menjadi 20,32%.

 

"Turun elektabilitas di basis karena ada pertemuan Anies dan FPI, Rizieq Shihab sehingga basisnya turun. Kelas menengah atas kebanyakan tidak sejalan dengan Rizieq," katanya di gedung LSI (17/01).

 

Sementara, lembaga survei PolMark Indonesia mengatakan bahwa kunjungan Anies ke Rizieq Shihab adalah strategi kampanye Anies. “Karena Anies-Sandi datang ke beberapa tokoh bukan Habib Rizieq saja,” kata CEO PolMark Eep Saefulloh Fatah di Jakarta Pusat (19/01).

 

Menurutnya, pertemuan antara Anies dan Rizieq bukanlah faktor yang menurunkan elektabilitas paslon Anies-Sandi. “Nggak pernah baca datanya juga berapa angkanya yang bilang itu. Itu analisis kualitatif saja setelah dapat hasil survei. Kita nggak bisa mengarang-ngarang soal itu. Nanti menyesatkan,” katanya.

 

LSI Denny JA juga menyebutkan bahwa paslon Anies-Sandi tidak memiliki program unggulan yang dikampnyekan Paslon Anies-Sandi secara masif. "Banyak program yang dilemparkan tapi kurang bisa menarik perhatian masyarakat, seperti tolak reklamasi," ujarnya.

 

Pendapat berbeda disampaikan oleh Eep. Menurutnya, program kampanye Anies-Sandi tolak reklamasi Jakarta adalah alat ikat bagi masyarakat DKI Jakarta.

 

“Dulu waktu dua bulan lalu, memang program hanya dianggap milik orang yang terkena langsung dampak reklamasi. Tapi begitu dijelaskan, dampak ekologisnya, itu bisa berdampak pada seluruh warga Jakarta,” katanya.

 

Berdasarkan hasil survei PolMark Indonesia, sebanyak 52,1% warga DKI Jakarta mengetahui bahwa Paslon Anies-Sandi menolak reklamasi Jakarta. Sekitar 2/3 dari 52,1% tadi, setuju dengan program tersebut.

 

“Mereka yang sepakat isu itu penting jauh lebih banyak ketimbang yang tidak sepakat. Jadi itu (tolak reklamasi) populer. Orang yang menyadari isu itu juga semkain besar juga. Dan kami telah uji itu,” katanya.

 

Perang survei semakin tinggi. Wajar saja, Pilkada DKI Jakarta tidak sampai sebulan lagi. Seluruh warga DKI Jakarta akan memilih pemimpinnya pada tanggal 15 Februari 2017. Hasil survei siapa yang benar, tentu akan dilihat dari hasil Pilkada 2017


Reporter: Hendry Roris Sianturi

Editor: Dani Hamdani 

Share this article