Gerindra Minta Penyelenggara Pemilu Jaga Independensi

Ilustrasi Pilkada DKI Jakarta (GATRAnews/Handika Rizki R/AK9)

Jakarta, GATRAnews - Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Andre Rosiade meminta komisioner KPUD DKI Jakarta berlaku netral dan independen dalam Pilkada DKI Jakarta putaran kedua. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa Ketua KPUD Sumarno dan anggota KPUD Dahlia sering berkomunikasi secara intens dengan Charles Honoris Bendahara Timses Ahok dan Djarot.

 

"Kami minta KPUD netral dan menjaga independensinya demi Pilkada DKI yang demokratis dan sehat," katanya saat dihubungi wartawan, Rabu (19/4).

 

Selain mengingatkan KPUD, Andre juga meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) turun tangan. Bawaslu turun untuk memastikan setiap kegiatan yang digelar KPUD berjalan sesuai tahapan. 

 

Terlebih jelang pencoblosan Pilkada DKI marak aksi pembagian sembako oleh tim paslon. Kegiatan yang semestinya bisa dilakukan penindakan dan meneruskannya ke pihak kepolisian.

 

Warga Jakarta yang peduli terhadap proses demokrasi lima tahunan di Ibu Kota membuktikannya sendiri melalui berbagai sosial media. Yakni dengan mengirimkan berbagai kecurangan pada masa tenang dengan membagikan sembako. 

 

"Sangat kentara, Bawaslu DKI harus lebih tegas menindak setiap pelaku pelanggaran karena mereka secara langsung merusak proses demokrasi di Ibu Kota," ucap Andre. 

 

Juru Bicara Tim pemenangan paslon Anies Baswedan - Sandiaga Uno itu menambahkan, DKPP perlu mengawasi setiap kegiatan penyelenggara pemilu berikut kecenderungannya dalam Pilkada DKI. 

 

"Jika penyelenggara pemilu tidak mampu menjaga netralitas dan independensinya berdampak serius bagi kepemimpinan di Jakarta dalam lima tahun mendatang," tuturnya.


Reporter: Ervan Bayu

editor: Dani Hamdani 

 

Share this article