Golkar dan Hanura Berkongsi Bentuk Poros Jabar

Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi (Twitter/@dedimulyadi71)
Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi (Twitter/@dedimulyadi71)

Bandung, GATRAnews - DPD Partai Hanura Jabar dan DPD Partai Golkar Jabar mendeklarasikan pembentukan Poros Jabar guna menghadapi kontestasi Pilgub Jabar 2018 mendatang. Poros ini dibentuk untuk menangkis dampak negatif Pilkada DKI Jakarta ke Jawa Barat.


Ketua DPD Golkar Jabar, Dedi Mulyadi mengatakan Parta Golkar dan Hanura sudah memiliki kesamaan visi untuk membangun arah pembangunan Jabar ke depan. Selain itu, kata dia, kedua partai itu pun merasakan pentingnya pembentukan poros Jabar itu agar suasana panas Pilgub DKI Jakarta tidak menyebar ke Jawa Barat.


Poros Jabar, kata Dedi, dibentuk atas kesepahaman yang sama tentang pentingnya kehidupan berbangsa dan bernegara yang damai, terbebas dari kepentingan elit politik, individu, atau pun kepentingan kelompok tertentu, yang mampu memecah-belah bangsa.


"Ini bukan tentang usung-mengusung. Saya dengan Fitrun (Ketua Hanura Jabar) sering diskusi persoalan Jabar. Kita pahami eskalasi pilkada di Jakarta bisa berimplikasi luas. Kita melihat, seolah masyarakat terbelah jadi dua. Kalau dipelihara, ini jadi negatif di Indonesia. Apalagi Jabar berbatasan dengan Jakarta," kata Dedi di sela-sela Rakorda Partai Hanura di Hotel Savoy Homan Bandung, Jumat (21/4) petang.


Dedi yang juga Bupati Purwakarta itu mengaku tidak ingin suasana panas Pilkada DKI Jakarta juga terjadi di Jabar. Dedi tidak menginginkan kepentingan elit politik dan kelompok tertentu memecah belah masyarakat.


"Kita akan gulirkan Poros Jabar, kekuatan partai mandiri yang menyerap keinginan masyarakat Jabar. Di sini kita berbicara persoalan Jabar, bukan perbenturan ideologi. Kita tidak ingin berkonflik. Selain dengan Hanura, Golkar juga sudah berbicara dengan PKB," tutur Dedi.


Ia berharap dalam waktu dekat PKB pun akan ikut bergabung dengan Poros Jabar yang digagas Golkar dan Hanura itu. Disinggung apakah Poros Jabar itu nantinya akan menjadi koalisi permanen Golkar dan Hanura serta PKB, Dedi hanya tertawa.


"Kita belum ngomongin Pilgub Jabar. Tapi kita punya gagasan yang sama," ujar Dedi yang dikenal rajin berkeliling pelosok Jawa Barat itu.


Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua DPD Partai Hanura Jabar, Fitrun Fitriansyah. Menurut dia, Poros Jabar itu dibentuk guna menangkal potensi terjadinya perpecahan di Jabar. Menurutnya, Poros Jabar itu akan menjadi harapan baru masyarakat Jabar dalam menyampaikan aspirasi dan ide-idenya dalam membangun Jabar ke depan.


Fitrun tidak menampik bila Poros Jabar itu nantinya akan menjadi koalisi permanen dalam menghadapi Pilgub Jabar 2018. Menurut dia, bila Golkar dan Hanura berkoalisi, maka kedua partai itu sudah bisa mengusung kandidat cagub-cawagub sendiri.


"Kenapa tidak, Golkar punya 17 kursi. Hanura tiga. Sudah cukup," kata Fitrun sambil tertawa pada kesempatan yang sama.


Namun, kata Fitrun, partainya hingga kini belum menentukan kandidat cagub atau cawagub untuk Pilgub Jabar mendatang.


"Pola kebijakan kami bottom up, karena kami mendengar suara dari bawah. Tidak ada arahan khusus dari DPP," ujar Fitrun.


Reporter: Muha Zainal

Editor: Dani Hamdani 

Share this article