KPUD Cilacap Ancang-ancang Pilkada Jateng 2018  

 

Ilustrasi(GATRAnews/Erry Sudiyanto/re1)

Cilacap, GATRAnews – Komisi Pemilihan Umu, Daerah (KPUD) Cilacap, Jawa Tengah mulai menyiapkan pelaksanaan tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Provinsi Jawa Tengah. Jawa Tengah bakal menggelar Pemilihan Gubernur pada 2018.

 

Ketua KPUD Cilacap, Sigit Kwartianto mengatakan beberapa hal yang disiapkan antara lain administrasi, persiapan perekrutan badan penyelenggara, dan persiapan pemutakhiran data pemilih tetap (DPT) Pilkada Jateng 2018.

“Paling pemeliharaan data pemilih. Sekarang mulai persiapan sampai dengan bulan Oktober 2017. Jadi, nanti pada bulan Oktober baru mulai perekrutan badan penyelenggara hingga pemutakhiran data pemilih. Anggarannya juga belum turun," kata Sigit kepada GATRA di kantor KPUD Cilacap, Senin (17/7).

Terkait Daftar Pemilih Tetap (DPT), Sigit memperkirakan angkanya tak jauh berbeda dengan Pilkada lalu yang mencapai 1.466.869 orang. Penambahan paling banyak berasal dari pemilih pemula.

“Paling tambahnya dari pemilih pemula yang paling banyak. Kalau lainnya saya kira tidak signifikan. Soalnya waktunya juga pendek, hanya 1 tahun lebih sedikit antara Pilkada Cilacap Februari lalu ke Pilkada Jateng 2018 mendatang,” ujarnya.

Sigit berujar, tujuh kabupaten/kota di Jawa Tengah akan menggelar pilkada pada tahun 2018 yang pelaksanaannya berbarengan dengan Pilkada Jateng, yakni Kabupaten Banyumas, Karanganyar, Temanggung, Kudus, Magelang, Tegal dan Kota Tegal.

KPUD Cilacap, kata Sigit saat ini baru saja menyelesaikan pelaporan formal dan segera mengembalikan sisa anggaran Pilkada Cilacap 2017. Dia menyebut dari total anggaran Rp39 miliar, tersisa anggaran sebesar Rp6,4 miliar. Saat ini KPU sudah tutup buku dan akan segera mengembalikan kepada Pemerintah Daerah.

“Pekan depan kita serahkan kepada DPPKAD,”imbuhnya.

Dana sisa ini, kata Sigit, merupakan anggaran beberapa tahapan Pemilu yang tak dilaksanakan di Cilacap. Antara lain, verifikasi calon independen dan pengurangan jumlah TPS. Selain itu, sisa anggaran itu juga diperoleh dari verifikasi calon yang diperhitungkan maksimal sejumlah kursi DPRD yang bisa mengusung.

“Di Cilacap kan tidak ada calon independen. Otomatis, ada tahapan yang tidak dilakukan oleh KPUD. Verifikasi pendukung paslon itu cukup besar anggarannya,” jelas dia.


 

Reporter: Ridlo Susanto

Editor: Rosyid

Share this article

Tagged under