DPD PDIP Jateng: Ganjar Kuasai Cilacap dan Pesisir Selatan Jateng

Bakal cagub-cawagub Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kiri) dan Taj Yasin (kanan). (Antara/R. Rekotomo/AK9)

Cilacap, Gatra.com – Kasus KTP elektronik (KTP-el) yang menyeret nama Ganjar Pranowo dinilai tak berpengaruh terhadap elektabilitas Ganjar di Cilacap dan pesisir selatan Jawa Tengah. Pasangan Bakal Calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo-Taj Yasin diyakini bakal meraup suara yang tinggi di Cilacap dan pesisir selatan Jawa Tengah.



Anggota Badan Pemenangan Pemilu PDIP Jawa Tengah yang juga Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Cilacap, Taswan mengatakan beberapa waktu lalu Ganjar memang disibukkan dengan kasus KTP-el. Namun, menurut dia, klarifikasi yang dilakukan Ganjar di berbagai kesempatan mampu menepis isu kasus KTP-el ini. Ia pun menganggap bahwa kasus KTP-el ini telah clear dan tak perlu lagi ditanggapi.

“Terlepas dari berbagai isu, utamanya, KTP-el tetapi saya percaya, Mas Ganjar itu bukan orang yang gampangan lah, menurut saya,” katanya, Rabu (10/1).
Menurut dia, berlabuhnya Taj Yasin, sebagai representasi kalangan Nahdlatul Ulama (NU) dan pesantren dinilai akan memperkuat Ganjar yang telah lebih dahulu populer. “Sehingga saya meyakini, ini pasangan yang sangat religius dan sangat nasionalis,” imbuhnya.

Taswan mengklaim, popularitas Ganjar di Cilacap pun sangat tinggi. Ini terbukti ketika Ganjar berkunjung, masyarakat menyambutnya dengan baik. Bagi Taswan, itu adalah bukti bahwa Ganjar memperoleh hati masyarakat Cilacap.

Kebijakan Ganjar pun dinilai menyentuh rakyat banyak. Salah satunya, kredit 7 persen setahun yang diluncurkan tahun 2017 di Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jateng. Kredit itu banyak diminati dan dinikmati oleh kelompok pengusaha kecil yang jumlahnya amat banyak. “Kinerja secara umum di Cilacap itu kan khususnya bagus,” ucapnya.
 

“Memiliki kans yang strategis dengan PDI Perjuangan dengan memberikan rekomendasi kepada Pak Ganjar dan didampingi oleh Gus Taj Yasin,” jelasnya.
Namun begitu, Taswan pun mengakui, Cilacap adalah salah satu daerah yang menjadi catatan bagi PDIP. Pasalnya, pada pemilihan bupati (Pilbup) 2017 lalu, pasangan caalon yang diusung PDIP bersama PPP dan Nasdem kalah.

Saat itu, pasangan calon yang diusungnya, Taufik Nurhidayat-Faiqoh Subky hanya memperoleh 27.24 persen suara. Sementara, pemenangnya yang merupakan petahana,  Tatto Suwarto Pamuji-Syamsul Auliya Rahman meraup 56.31 persen suara. Sedangkan calon ketiga, Fran Lukman-Bambang Sutanto berada di urutan ketiga 16.45 suara.

Sebab itu, kata Taswan, tim pemenangan, baik yang berasal dari internal partai maupun eksternal partai harus lebih bekerja keras untuk memenangkan pasangan calon yang diusung koalisi yang dibangun PDIP bersama partai lainnya.


 

Reporter: Ridlo Susanto

Editor: Hendri Firzani

Share this article

Tagged under