Soal Spanduk Tolak Salatkan Jenazah, Menag Hanya Bisa Mengimbau

Jakarta, GATRAnews- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin tak bisa berbuat banyak untuk menyikapi fenomena spanduk penolakan mensalatkan jenazah pendukung atau pemilih penista agama yang belakangan marak di beberapa masjid di Jakarta. Sebagai Menteri, ia tak bisa memberikan sanksi kepada masjid yang membentangkan spanduk tersebut.

"Banyak masyarakat yang menuntut saya sebagai Menteri Agama untuk bertindak untuk katakanlah melakukan sanksi atau bahkan melakukan tindakan pencopotan spanduk itu dan tentu itu tidak dalam posisi saya," kata Lukman di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (13/3).

Sebagai Menteri, Lukman hanya bisa melakukan pendekatan persuasif dalam menyikapi fenomena tersebut. Menurutnya agama harus didakwahkan bukan menggunakan cara-cara kekerasan. Yang boleh menggunakan cara kekerasan hanyalah aparat penegak hukum karena hanya aparat penegak hukum yang mendapatkan mandat oleh regulasi, oleh undang-undang untuk melakukan tindakan sesuai dengan regulasi.

"Banyak tuntutan yang muncul di masyarakat kepada saya. Kemampuan saya adalah mengimbau semua pihak untuk bagaimana Pilkada tidak dikotori atau tidak dicemari dengan hal-hal yang justru menimbulkan konflik di antara kita," lanjutnya.

Meskipun mempunyai wewenang lewat Peraturan Menteri misalnya, namun mantan Politisi PPP ini menyatakan tak bisa melarang atau menegur pihak masjid yang menolak mensalatkan jenazah pendukung Ahok.

"Peraturan Menteri Agama tidak dalam posisi untuk lalu kemudian melakukan tindakan-tindakan, apa misalnya menegur takmir masjid atau apalagi memberi sanksi," ucapnya.


Reporter: Ervan Bayu

Editor: Nur Hidayat 

 

 

Share this article