Ini Penjelasan Fahri Hamzah Soal Surat Kontroversi Setya Novanto

 
Fahri Hamzah (GATRAnews/Abdurachman/yus4)

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fahri Hamzah angkat bicara ihwal surat kontroversi yang dilayangkan Sekjen DPR ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Surat itu berisi permohonan agar lembaga pemburu koruptor menghentikan proses penyidikan terhadap Ketua DPR RI Setya Novanto pasca ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi KTP elektronik (e-KTP).
 
Menurut Fahri, surat itu merupakan surat aspirasi biasa yang tidak ada hubunganya dengan status hukum Novanto. Siapa saja bisa mengirimkan surat kepada DPR untuk  kemudiam ditujukan kepada lembaga atau institusi tertentu.
 
"Semua orang, jangankan tersangka, itu guru, nelayan, apa, siapa pun boleh punya aspirasi dan diteruskan oleh DPR," jelas Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (14/9).
 
Fahri menambahkan, surat itu juga tidak ada hubungannya dengan dugaan pelanggaran etik. DPR, memiliki mekanisme untuk meneruskan berbagai surat yang masuk dari masyarakat melalui Setjen DPR.
 
"Setiap surat masuk ke meja Sekjen lalu dipilah, untuk kemudian ditandatangani berdasarkan bidang, lalu kemudian diteruskan, memang semua surat yang diteruskan itu yang ngirim Sekjen. (Surat) kan cuma meneruskan, ada orang bilang begini lho, ada orang minta begini lho, ada orang mengusulkan begini lho," tegas Fahri.


Reporter: Wem Fernandez
Editor: Arief Prasetyo

 

Share this article