Fahri Hamzah Minta KPK Berlaku Adil ke Setya Novanto

Fahri Hamzah (Gatra/Rifki M. Irsyad/yus4)

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fahri Hamzah, meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk berlaku adil terhadap Ketua DPR Setya Novanto.


Hal ini terkait dengan upaya Novanto yang mengajukan gugatan praperadilan terhadap KPK di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) terkait statusnya sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan KTP elektronik.

Dengan upaya yang tengah berproses ini, menurut Fahri, KPK tidak perlu melakukan pemeriksaan terhadap Ketua Umum Partai Golkar tersebut.

“Seharusnya kan Pak Novanto itu lagi praperadilan jadi dia enggak perlu sebetulnya minta pemberitahuan ke KPK bahwa dia lagi praperadilan karena KPK juga tahu,” jelasnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (14/9).

Fahri berkaca pada beberapa pejabat yang pernah mengajukan gugatan praperadilan terhadap KPK. Sebut saja Jenderal Budi Gunawan yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), mantan Dirjen Pajak Hadi Poernomo, Ilham Arif hingga Miryam S. Haryani.

“Kan (Mereka) enggak diperiksa, ya kan? Karena praperadilan. Sebetulnya itu cukup. Kepada Miryam tidak memeriksa karena lagi praperadilan masa Pak Novanto akan diperiksa, kan enggak,”

“Menurut saya KPK sabar saja dulu praperadilan, enggak perlu lah. Kan Pak Novanto ini dicekal sampai bulan depan, sudah enam bulam dan dijadikan tersangka sudah berbulan-bulan. Sekarang dia lagi praperadilan. Kemarin berbulan-bulan enggak diperiksa dan sebenarnya enggak boleh dalam adat etika hukum namanya justice delay, justice denied. Ketua DPR itu harusnya jangan di-delay gini proses hukum,” tegas dia.


Reporter: Wem Fernandez 
Editor: Arief Prasetyo

Share this article