Fadli Zon: Jangan Tikung Moratorium Reklamasi di Injury Time

Wakil Ketua DPR RI FAdli Zon (ANTARA/Agung Rajasa/HR02)

Jakarta, Gatracom - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fadli Zon menyatakan, kebijakan moratorium reklamasi Teluk Jakarta harusnya dibicarakan dengan Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

 
 
“Saya termasuk yang berpendapat ini harus dibicarakan dengan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih yang sebentar lagi akan dilantik. Jangan mencuri di tikungan. Ini kan seperti mencuri di tikungan, tiba-tiba di injury time mengambil kebijakan strategis yang menganulir kebijakan sebelumnya sehingga tidak ada kepastian. Jadi kebijakan sesuai dengan kepentingan dan selera,” jelasnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (12/10).
 
Tarik menarik kepentingan dalam suatu kebijakan justru tidak akan menyelesaikan soal. Moratorium reklamasi harus dibicarakan antara pengambil kebijakan agar bisa diselesaikan.
 
Politisi partai Gerindra ini menambahkan, masalah ini menjadi tantangan untuk periode kepemimpinan Anies-Sandi karena pemerintah melalui Kemenko Maritim mendukung reklamasi terus berjalan.
 
Namun demikian, patut dikaji juga apakah wewenang kebijakan berada di tangan Pemerintah Pusat atau Pemerintah Provinsi.
 
“Sebelum-sebelumnya itu domain siapa? Dulu kan itu Perda dan sebagainya. Jadi saya kira dikembalikan aja, ini tugas siapa sih sebenarnya, siapa sih yang mengambil kebijakan? Jangan kemudian karena kebijakan orang per orang. Kebijakan itu harus melekat pada konstitusi dan lembaganya,” tegas dia.
 
Menolak reklamasi bukan berarti anti terhadap pembangunan. Tetapi menanyakan lebih lanjut, untuk siapa pembangunan itu dilakukan.
 
“Harus semua merasakan bahwa ini ada manfaatnya, bukan untuk orang-orang tertentu saja. Lihat juga nelayan, masyarakat sekitar, lingkungan hidupnya, amdalnya dan sebagainya. Jangan sampai ini menjadi besar dikemudian hari, seperti banjir maupun dampak lingkungan lain,” pungkas Fadli Zon.


Reporter: Wem Fernandez 
Editor: Arief Prasetyo

Share this article