Main Menu

Perbaiki Fasilitas bak Lompat Jauh, Atletik Asian Games Tetap di Stadion GBK

Hendri Firzani
15-02-2018 09:09

DOK-PASI

Jakarta, Gatra.com -  Masalah bak lompat jauh yang tidak dapat digunakan dan mengundang ultimatum dari Technical Delegate (Pengawas perlombaan) dari Asosiasi Atletik Asia (AAA), langsung direspon Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR). Sekretaris Umum PB PASI (Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia), Tigor M. Tanjung mengatakan dirinya telah mengadakan rapat dengan Kementerian PUPR yang menghasilkan sejumlah kesepakatan terkait persoalan tersebut.


“Jadi kita sudah ada rapat dengan GBK dan kementerian PUPR selaku kontraktornya dan sudah ada kesepakatan bagaimana mengatasi bak lompatan yang mepet dengan pagar,” kata Tigor di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, rabu (14/2).

Menurut Tigor Tanjung, pihak kemen PUPR dan GBK telah setuju untuk membongkar pagar di dekat bak lompat, dan akan dibuat platform lanjutan dengan tumpuan di bawah kolong dengan Steel Scrap Holding. Kemudian, mereka akan menutup platform tersebut  dengan lapisan sintetis sehingga menjadi sama dengan lintasan. "Jadi kalau itu sudah dikerjakan baik itu dari sisi utara maupun sisi selatan maka kita akan menggunakan keempat bak lompatan untuk Asian Games,” ujar Tigor.

“Menurut kami ini merupakan solusi terbaik dan sudah (PB PASI) usulkan sejak awal-awal. Tapi, saat itu mereka keberatan melakukan karena terganjal dengan undang-undang cagar budaya,” tuturnya. Namun sekarang, lanjut Tigor,  mereka berani membongkar sementara dulu.

Sembari mempersiapkan desain permanen.  “Kalau alternatif kedua membuat lobang baru dan digeser akan lebih berat pengerjaannya. Kami akan mengirimkan usulan desain ke IAAF (International Association of Athletics Federations) terkait solusi dengan pagar yang dimundurkan,” tambah Tigor.

 

Seperti diketahui fasilitas bak lompat jauh di stadion GBK mendapat kritik tajam dari TD, CK Valsson dan Kuan Kee saat berlangsungnya test event Atletik, yang berakhir, rabu kemarin. Dari empat bak lompat yang dibuat, hanya satu yang bisa digunakan. Kedua TD yang masing masing asal India dan Hongkong tersebut bahkan mengancam akan merekomendasikan ke OCA agar atletik tidak dilombakan di GBK jika persoalan bak lompat jauh tidak segera diselesaikan. "Bak lompat jauh, harus segera diperbaiki, karena kalau digunakan sangat membahayakan atlet," ujar Valsson.

 

 


 

Editor: Hendri Firzani

Hendri Firzani
15-02-2018 09:09