Main Menu

Gandeng Delapan Lembaga, Inasgoc Pastikan Asian Games 2018 Aman

Wanto
30-05-2018 19:34

Rapat keamanan Asian Games 2018. (ANTARA/Galih Pradipta/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) melibatkan delapan instansi nasional dalam sistem akreditasi bagi para atlet, pelatih, ofisial, jurnalis, maupun para pejabat negara yang akan mengikuti Asian Games.

"Kami tidak berwenang untuk meloloskan atau tidak meloloskan seseorang dalam Asian Games. Jika ada satu instansi saja yang menyatakan seseorang tidak lolos, orang itu tidak mendapatkan akreditasi," kata Anggota Bidang Akreditasi INASGOC, Tito Loho, saat dihubungi Gatra.com.

Delapan instansi yang bekerja sama dengan INASGOC dalam sistem akreditasi Asian Games ke-18 itu adalah Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Narkotika Nasional (BNN), Interpol, Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, dan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil.

Selain lima lembaga itu, INASGOC juga melibatkan tiga divisi dalam internal Kepolisian Republik Indonesia yaitu Pusat Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Pusinafis), Detasemen Khusus 88 Polri, dan Badan Intelijen Kemanan Polri.

"Keterlibatan instansi-instansi itu guna menjamin kelancaran penyelenggaraan Asian Games terutama aspek ketertiban dan keamanan. Kami memastikan setiap pihak yang mengikuti Asian Games memiliki akses ke lokasi sesuai fungsi dan tugas mereka," kata Tito.

INASGOC sudah mulai menerapkan sistem akreditasi Asian Games pada 30 November 2017 lalu untuk menyiapkan penyelenggaraan kejuaraan uji coba resmi pada Februari 2018.

"Kami telah meluncurkan situs resmi akreditasi Asian Games untuk semua pihak yang akan mengikuti kejuaraan uji coba. Mereka yang telah terdaftar dalam sistem kami akan disaring lebih lanjut oleh delapan instansi itu," ujarnya.

Meskipun membuka akreditasi untuk semua pihak, INASGOC tidak menentukan kuota baik atlet, ofisial, serta jurnalis dari setiap negara. Kuota itu ditentukan oleh komite Olimpiade di negara masing-masing.

Tito mengharapkan semua pihak yang akan memasukkan data akreditasi benar-benar memastikan data mereka sesuai dengan identitas resmi sehingga mengurangi kemungkinan kegagalan akreditasi.

Pihak-pihak yang telah mendapatkan akreditasi Asian Games dari INASGOC harus memvalidasi data mereka di pusat-pusat akreditasi yang tersebar di berbagai arena pertandingan maupun sekretariat Asian Games.

"Kami akan membuka pusat-pusat akreditasi seperti di bandar udara, wisma atlet, hotel resmi, pusat media, serta pusat penyiaran Asian Games," ujarnya. 

Akreditasi ini juga bertujuan untuk menjaga keamanan penyelenggaraan Asian Games 2018 yang kian dekat. Apalagi Belum lama ini Indonesia sebagai tuan rumah mendapatkan ancaman serius dengan meledaknya bom bunuh diri beberapa waktu lalu.

"Kita pastikan penyelenggaraan Asian Games tepat waktu dan aman. Kita tidak terganggu dengan ulah segelintir orang yang tidak bertanggung jawab. Apalagi Kita terus berkomunikasi dengan beberapa lembaga yang ada," katanya.


Reporter: Wanto
Editor: Iwan Sutiawan

Wanto
30-05-2018 19:34