Main Menu

Kementan Nyatakan Jakarta Equestrian Park Bebas Penyakit Kuda

Bernadetta Febriana
14-07-2018 14:31

Jakarta Equestrian Park, Pulo Mas, Jakarta Timur.(GATRA/Rifki M. Irsyad/re1)

Jakarta, gatra.com ‬- Perhelatan olahraga akbar Asian Games 2018 telah di depan mata. Persiapan disegala bidang telah dilakukan guna suksesnya event olahraga yang diharapkan menjadi energi semangat baru di kawasan Asia dan khususnya Indonesia.

Cabang olahraga berkuda, juga menjadi salah satunya. Amran Sulaiman, Menteri Pertanian menyampaikan persiapan yang telah dilakukan Badan Karantina Pertanian untuk menjamin kesehatan kuda peserta asal luar negeri.

"Persiapan mulai dilakukan di awal tahun 2018, yakni dengan meminta persetujuan instalasi dari Organisasi Kesehatan Dunia, OIE di Perancis,"kata Amran saat mengunjungi Jakarta Equestrian Park, Pulo Mas, Jakarta Timur bersama dengan Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno (14/7).

Bakal ada 130 ekor kuda yang dibawa oleh atlet dari 17 negara. Berdasarkan catatan dari Kementan, ada 3 penyakit kuda yang  belum ada di Indonesia dan harus diwaspadai yakni dourine, glanders, equine infectious anemia.

Persiapan payung hukum, perlengkapan dan SDM khususnya petugas karantina yakni dokter hewan dan paramedik, telah disiapkan. Saat ini, kata Amran Badan Karantina Pertanian dan Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian  telah menetapkan Jakarta Equistrian Park sebagai Equine Disease Free Zone (EDFZ). 

Sementara  Stables Arthayasa di desa Limo, Depok ditetapkan oleh Badan Karantina Pertanian sebagai Registrered Animal Quarantine Installation (RAQI)  sebagai tempat karantina hewan bagi kuda asal non-european approval, seperti India, Cina dan lainnya.

Sementara untuk kuda asal negara Eropa dan negara di luar Eropa yang telah memiliki pengakuan European Approval dapat langsung menuju area balap kuda milik Pemda DKI, Jakarta Equastrian Park, Pulo Mas, Jakarta.

Area balap kuda Jakarta Equestrian Pulo Mas di Jakarta Timur merupakan  arena berkuda yang terbesar di Asia Tenggara. Dengan luas sekitar 30 hektar, terdiri dari 4 bagian utama, yakni horse stables (kandang kuda), tribun penonton, arena equestrian, dan groom dormitory (asrama perawat kuda). 

Equestrian ini disebut menjadi arena bertaraf internasional pertama di Indonesia. Venue ini juga dilengkapi sejumlah fasilitas kesehatan untuk kuda. Mulai dari equine clinic hingga kandang isolasi telah dibangun.  Equestrian Pulo Mas berkapasitas seribu kursi arena terbuka dan 500 kursi VIP. 

Sementara untuk Stables Arthayasa milik pengusaha Rafiq Radinal Muchtar yang telah ditetapkan sebagai instalasi karantina hewan oleh Badan Karantina Pertanian ini memiliki luas lahan 12 ha. "Fasilitas instalasi telah disesuaikan dengan aturan perkarantinaan guna menjamin hewan ini sehat dan aman dalam bertanding pada saatnya nanti," pungkas Amran.


Reporter : DPU

Editor : Bernadetta Febriana

Bernadetta Febriana
14-07-2018 14:31