Main Menu

Belum Aman, Thailand Bisa Merebut Posisi Indonesia

Rosyid
24-08-2018 11:12

Ranking perolehan medali Asian Games 2018. (Dok. GATRA/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Thailand tiba-tiba melesat membayangi perolehan medali emas Indonesia. Hingga Kamis malam, Thailand sudah mengantongi 6 medali emas dan hanya satu peringkat dibawah Indonesia yang bertahan di posisi lima. Padahal hingga Rabu (22/8), Thailand masih berada di posisi 8 dengan empat emas. Dalam sehari, negeri itu naik ke posisi enam setelah meraih 2 emas, 2 perak, 12 perunggu dan menggeser India dan Korea Utara.

Emas yang didapat kontingen Negeri Gajah Putih itu berasal dari paragliding (dua), sepak takraw (dua) dan taekwondo (dua). Selain Indonesia dan Thailand, belum ada lagi negara ASEAN yang berada di sepuluh besar.

Singapura di peringkat ke-13, Vietnam 14, Malaysia si juara SEA Games 2017 di peringkat 16, Filipina 19, dan Myanmar 23.

Selama pekan pertama perhelatan Asian Games 2018 berada di jalur yang tepat dengan masuk jajaran sepuluh besar klasemen perolehan medali, namun posisi itu belum sepenuhnya aman karena masih banyak medali emas yang diperebutkan.

Hingga menyelesaikan lima hari pertandingan (hingga Jumat pagi), sudah 153 dari 465 medali emas atau hampir 30 persen yang terdistribusi. Sebanyak 20 dari 45 kontingen sudah berhasil meraih medali emas.

Posisi teratas masih tetap dipegang juara bertahan China yang sudah mendapatkan 55 emas, 40 perak dan 21 perunggu.

Posisi kedua ditempati Jepang dengan koleksi 25 emas, 28 perak dan 32 perunggu, disusul Korea Selatan (16-20-27) di urutan ketiga, dan Iran di peringkat keempat (10-9-8).

Menilik klasemen medali, posisi Indonesia belum sepenuhnya aman dan masih rawan tergusur oleh Thailand (6-4-16), Korea Utara (6-2-5) atau juga Chinese Taipei (5-6-11).

Demi mempertahankan posisi itu, Indonesia setidaknya harus tetap menjaga keberlanjutan perolehan medali emas, seperti yang sudah direalisasikan selama lima hari terakhir.

Pada hari keenam pelaksanaan Asian Games, sebanyak 38 medali emas kembali diperebutkan dari cabang olahraga renang, sofbol, boling, balap sepeda, anggar, senam, jetski, kabaddi, ju-jitsu, dayung, menembak, tenis, dan angkat besi.

Dari ke-13 cabang olahraga tersebut, peluang menambah medali ada di cabang jetski, boling dan dayung.

Atlet bersaudara Aqsa dan Aero Sutan Anwar menjadi tumpuan Indonesia di perlombaan jetski nomor runabout limited.

Sementara di cabang boling yang memainkan nomor regu enam putri, peluang meraih medali cukup terbuka, kendati dua tim putri yang diturunkan pada nomor trio pada Rabu (22/8) gagal mendapatkan medali. Tim Indonesia hanya berada di peringkat kelima dan delapan.

Manajer tim boling Indonesia Ronny Arnold Mandagi mengatakan atletnya tampil di bawah penampilan terbaiknya dan kurang lepas.

"Atlet bermain di bawah penampilan terbaiknya selama ini, nilai rata-rata dari setiap lemparan juga di bawah biasanya. Kami langsung melakukan evaluasi," kata Ronny kepada Antara, Jumat (23/8).

Sedang dari cabang dayung yang melombakan delapan nomor final, tuan rumah Indonesia berpotensi meraih medali di nomor kelas ringan delapan putra.

Dari tujuh nomor final yang sudah diselesaikan, tim dayung Merah Putih baru mengemas satu medali perak (kelas ringan empat putra) dan satu perunggu (kelas ganda putri).

Selain perebutan medali, pertandingan tidak kalah seru juga bakal berlangsung di cabang sepak bola putra ketika Timnas Indonesia menghadapi Uni Emirat Arab pada babak perempat final di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jabar, Jumat sore.

Sebagai informasi, pencapaian Timnas garuda masuk babak 16 besar Asian Games 2018 merupakan yang kedua kalinya sejak 2002, di mana aturan pemain usia 23 tahun (U-23) diterapkan.

Prestasi serupa pertama kali digoreskan tim Garuda Muda, julukan Timnas U-23 Indonesia, pada Asian Games 2014 di Korea Selatan. Jika berhasil menaklukkan UEA, Hansamu Yama Pranata dan kawan-kawan akan mencetak sejarah baru melaju ke babak perempat final.

"Semua pemain dalam kondisi bagus, kecuali Bagas Adi yang masih dalam pemulihan cedera. Ini pertandingan yang tidak mudah, kami juga mohon dukungan dari suporter dan seluruh rakyat Indonesia," kata asisten pelatih Timnas Indonesia Bima Sakti.


Editor: Rosyid

Rosyid
24-08-2018 11:12