Main Menu

Raih Emas dari Speed, Panjat Tebing Indonesia Target Nomor Lain

Iwan Sutiawan
24-08-2018 11:54

Atlet panjat tebing Indonesia Aries Susanti Rahayu mengibarkan Bendera Merah Putih (ANTARA FOTO/INASGOC/Iwan Cheristian/yus4)

Palembang, Gatra.com - Setelah berhasil menyumbangkan tiga medali sekaligus pada nomor speed, cabang olahraga (cabor) panjat tebing masih berpotensi raih medali emas di Asian Games di Jakabaring Sport City (JCS) Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).

Aries Susanti Rahayu mencatat perolehan emas pertama bagi tim merah putih di laga Asian Games hari keenam di Palembang. Selain Aries, atlet putri andalan Indonesia lainnya, Puji Lestari juga melengkapi medali yang diperoleh Indonesia. Terpaut 0,37 detik, Puji harus puas menyumbangkan perunggu bagi Indonesia.

Keduanya bertemu di laga akhir setelah mengalahkan 14 pemanjat tebing putri lainnya. Kemenangan inipun disambut haru oleh para penonton di venue panjat tebing di JSC Palembang.

Bertemu di laga final, adegan adu cepat kedua pemanjat tebing Indonesia itu terasa sangat membanggakan. Aries mengakui keberhasilannya pada final tersebut merupakan wujud kenyakinannya atas usaha yang terbaik. Keinginannya untuk mengibarkan bendera merah putih di rumah sendiri merupakan target awalnya.

"Rasanya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, senang, bangga sekali, yang terpikirkan bagaimana bisa mengibarkan merah putih di Asian Games," ujarnya.

Dia mengatakan kesiapan diri memang harus dipersiapkan. Misalnya kontrol, fokus, dan terus berlatih. Adapun tantangan terbesar saat berlaga di final yakni bagaimana mampu mengontrol fokus pada diri sendiri. "Orang tua selalu mengajarkan untuk yakin dan saya jalani saja final tadi dengan keyakinan," ujarnya menambahkan.

Senada, Fuji yang menyumbang perak juga mengucapkan rasa syukur jika Indonesia mampu meraih medali di cabor panjat tebing di Palembang. Bagaimanapun berlaga final dengan satu kontigen itu merupakan kebanggaan bagi tim Indonesia. "Selamat bagi Indonesia, Indonesia bisa," ujarnya.

Aries dan Fuji berhasil melaju di final setelah berhasil menyisihkan di babak semifinal dengan atlet China. Di semi final, Aries SR berhasil ungul dari Song Yi Ling dengan catatan waktu 7.682 detik sedangkan Song Yi mencatat 7.809 detik. Sedangkan Fuji lebih unggul dari He Cuilian dari China dengan catattan waktu 7.844 detik dan He mencatat 7.942 detik.

Keberhasilannya mengharuskan kedua srikandi panjat tebing Indonesia bertemu di final. Selain dua medali di nomor putri, nomor speed putra Indonesia juga menyumbangkan medali, yakni perunggu. Kedua atlet putra Indonesia bertemu di small final yakni Aspar A dan Sabri, namun Sabri dinyakatan fall start.

Manajer Kompetisi Panjat Tebing Indonesia, Wahyu Pristiawan Buntoro mengatakan tim putri memang lebih berpeluang dibandingkan putra. Mengingat, dua atlet Indonesia yang berlaga juga sudah memiliki catatan prestasi yang bagus. Keduannya memang diprediksikan akan masuk ke final. "Sesuai prediksi dan memang putri Indonesia lebih unggul," ujarnya.

Selain nomor speed, Indonesia masih berpeluang di nomor lain seperti halnya nomor kombinasi dan relay. Untuk nomor relay, sampai dengan Jumat (23/8) pagi, pelatih masih belum merilis pemain Indonesia yang akan berlaga. Sedangkan pada nomor kombinasi, Indonesia menurunkan satu putra dan satu putri.

Sama seperti nomor relay, laga di nomor kombinasi baru akan mulai dipermainkan di JSC Palembang, Jumat (23/8). "Peluang Indonesia untuk sumbang medali masih ada, nomor kombinasi tapi belum sebaik di nomor speed," ujarnya.


Reporter: Tasmalinda
Editor: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
24-08-2018 11:54