Main Menu

Ganda Campuran Tenis Indonesia Raih Medali Emas

Iwan Sutiawan
25-08-2018 18:38

Pasangan ganda campuran Aldila Sutjiadi/Christopher Rungkat.(ANTARA FOTO/INASGOC/Hendra Syamhari/re1)

Palembang, Gatra.com - Pasangan Aldila Sutjiadi/Christopher Rungkat merebut medali emas nomor ganda campuran cabang olahraga tenis Asian Games 2018, sekaligus mengakhiri puasa gelar tenis Indonesia di arena pesta olahraga se-Asia ini.

Pada laga final di lapangan tenis Jakabaring Sprot City (JSC), Palembang, Sabtu (25/8), Aldila/Christopher memenangkan pertarungan melawan duet Luksika Kumkhum/Sonchat Ratiwatana asal Thailand dalam tiga set 6-4, 5-7, [10-7].

Sedangkan di tunggal putra, ptenis Uzbekistan, Denis Istomin meraih emas yang merupakan pertama kali dalam karirnya meraih titel di pesta olahraga seluruh Asia ini setelah di partai final mampu menyudahi perlawanan apik pemain China, Wu Yibing dalam pertarungan tiga set yang melelahkan dan harus diakhiri dengan tie break.

Dalam pertandingan itu, Wu unggul lebih dulu di set pertama dengan cukup mulus. Tak ingin mengulang kesalahan yang sama, Istomin berusaha kuat mengambil kesempatan dan mampu membalikan keadaan dan menguasai set kedua.

Di set penentuan, kedua pemain memperagakan pola permainan yang ketat, namun Istomin yang mendapat momentum set kedua, berhasil memimpin terlebih dahulu 3-1 dan 4-2.

Namun Wu mampu mengejar dan menyamakan kedudukan bahkan balik unggul 5-4 yang berlanjut dengan kejar-mengejar angka hingga akhirnya skor imbang 6-6 terjadi dan pertandingan harus ditentukan dengan tie break. Akhirnya, Istomin memastikan medali emas usai menundukan Wu dengan skor akhir 2-6, 6-2, 7-6(2).

Dalam pertandingan ini, Istomin berhasil membukukan total poin 96, 15 aces, tiga double fault dengan 36 kali kesalahan. Sementara Wu, mengumpulkan 78 poin, tiga aces, delapan double fault dengan 29 kali kesalahan.

"Memenangkan medali emas rasanya luar biasa maksud saya ini sangat berarti bagi saya menyumbangkan emas untuk negara kami, ini sangat penting bagi saya juga, karena sebelumnya saya gagal dapat emas ini delapan tahun lalu di Guangzhou," kata Istomin dilansir Antara yang baru bisa wawancara selepas tes doping.

Dengan kemenangan di Asian Games 2018, pemain berusia 31 tahun tersebut berhak mendapatkan "wild card" ke Olimpiade Tokyo 2020. "Ya itu juga target utama saya dan dengan menang di sini, langsung main olimpiade itu jadi bonus," katanya.

Kendati memenangkan pertarungan, Istomin menilai Wu yang menjadi lawannya di partai final merupakan pemain berbakat dan memiliki masa depan cerah ke depan. "Ya dia pendatang baru yang baik, saya pikir dia akan menjadi pemain top ke depannya," kata Istomin.

Selepas pertandingan final Asian Games 2018, Istomin mengatakan harus cepat-cepat menuju bandara demi bisa mengejar penerbangan ke Amerika Serikat (AS).

"Ya sekarang kami harus pergi dengan cepat ke bandara agar bisa mengejar pesawat demi bisa sampai dan mengikuti AS Terbuka tepat waktu. Mudah-mudahan dengan kemenangan ini, saya lebih percaya diri bisa berprestasi di Amerika, namun saya akan fokus pada pemulihan dulu," kata Istomin yang mengaku sudah harus bermain hari Senin (27/8).

Dengan kemenangan ini Istomin berhak meraih medali emas yang menambah koleksi emas Uzbekistan di Asian Games 2018 ini. Adapun perak diraih oleh atlet muda China Wu Yibing yang dikalahkan Istomin di final. Sementara perunggu, diraih oleh petenis Korea Selatan Lee Duckhee dan wakil India Prajnesh Gunneswaran.


Editor: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
25-08-2018 18:38