Main Menu

Laga Sengit Ganda Campuran Tenis Indonesia Rebut Emas

Iwan Sutiawan
25-08-2018 20:22

Ganda campuran Indonesia saat selebrasi setelah mengalahkan Thailand di JSC Palembang. (GATRA/Tasmalinda/re1)

Palembang, Gatra.com - Pertarungan sengit dengan adu kemampuan diperlihatkan tim ganda campuran tenis Indonesia, Christoper Benjamin Rungkat/Aldila Sutjadi ketika menghadapi ganda Thailand, Luksika Kumkhum/Sonchat Ratiwatana dalam babak final di Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Sabtu (25/8) sore.

Kedua tim terpaksa main dengan rubber set. Di laga pertama, Indonesia sempat memimpin dengan 6-4 atas pasangan Thailand. Bermain dengan tempo sedang dan banyak pukulan pantul membuat Indonesia memang nampak lebih unggul.

Namun pada laga kedua, setelah tempo permainan dipercepat oleh pasangan Thailand, ganda campuran yang baru dipertemukan saat Asian Games ini, nampak harus bekerja keras.
Aldila Sutjadi yang dikenal dengan pemain sigle, tampak lebih menguasai lapangan. Sementara Christoper dengan pertahanan yang kuat, mampu berduet dengan Ardila baik saat shot atau berada di belakang. Namun beberapa kali sempat kehilangan moment.

Laga kedua, pemain ganda campuran Thailand berhasil menyusul. Kekuatan yang berada pada pemain putri Luksika Kumkhum yang bermain pola cepat. Di laga tersebut, Indonesia terpaksa mengakui keunggulan ganda campuran Thailand dengan skore 6-5. Kedudukan sama kuat membuat harus ditentukan melalui babak tambahan dan Indonesia berhasil menutup laga dengan angka 10-7.

Kemenangan atas tambahan waktu ini menyempurnakan laga akhirnya. Tim Indonesia berhasil meraih emas. Jika dikalkulasikan, emas yang diperoleh ganda campuran Indonesia ini merupakan emas ketiga yang diraih dari beberapa cabor yang dipertandingkan di Palembang.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi menyaksikan langsung pertandingan tersebut. Menurutnya, laga pasangan Indonesia versus Thailand sangat sengit. Kedua pasangan bermain bagus dan mampu memperlihatkan kemampuan dan Indonesia lebih unggul.

"Tadi kita menyaksikan langsung, bagaimana tim Indonesia berusaha keras. Di laga pertama menang namun harus lebih bekerja keras saat seri," ujarnya.

Dia berharap atlet Indonesia masih akan banyak menyumbangkan emas di Palembang. Beberapa nomor yang dipertandingan di Palembang menjadi kantong tim Merah Putih untuk meraih emas. Kemampuan ganda campuran perlu mendapatkan apresiasi. "Ini bukti jika Indonesia bisa," ujarnya.

Senada dengan Imam, Christoper mengakui permainan pasangan Thailand sangat bagus. Mereka bermain dengan teknik yang tinggi, namun sejak awal Indonesia menargetkan emas di cabor ini. "Ini sebagai penyemagat agar tenis di Indonesia semakin baik," katanya.

Dipasangkan dengan Ardila yang sudah mempuni di nomor single, Christoper mengaku sangat terbantu. Beberapa teknik bisa dikembangkan dengan permainan pasangan yang tangguh. "Ini pertama kali di pasangkan, setiap dipasangkan, tentu ada kelemahan dan kelebihan masing-masing. Ini persiapan juga untuk olimpiade, Tokyo," ungkapnya.

Hadir dan sekaligus turut mengalungkan medali dan mascot, menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Gubernur Sumsel, Alex Noerdin. Tidak seperti ganda campuran, atlet Indonesia gagal melaju di nomor sigle putra dan putri.


Reporter: Tasmalinda
Editor: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
25-08-2018 20:22