Main Menu

Tim Voli Pantai Putra Indonesia Harus Balas Dendam di Final

Iwan Sutiawan
27-08-2018 00:03

Tim voli pantai pria Indonesia saat melakukan smes (ANTARA FOTO/INASGOC/Muhammad Adimaja/yus4)

Palembang, Gatra.com - Tim voli pantai putra Indonesia berhasil melaju ke babak final di Asian Games 2018. Dipastikan tim Indonesia 1 akan melawan tim Qatar pada Selasa (28/6) di Jakabaring Sport City (JSC) Palembang. Pengalaman bertemu tim Qatar juga sudah pernah dilakoni tim Indonesia 1, dengan kedudukan sama kuat 2-2.

Karena itu, Kata Pelatim Tim Voli Pantai Putra Indonesia, Koko Prasetyo, tim Indonesia harus balas dendam. Pada final itu, tim Indonesia harus main habis-habisan sebagai jawaban atas posisi yang sama saat ini.

"Secara kemampuan, tim Qatar dan Indonesia sama. Sama-sama kuat, karena itu di final, tim Indonesia harus main habis-habisan, balas dendam," ujarnya.

Pertemuan tim Indonesia dan Qatar pernah berlangsung di level Asia dan berlangsung juga di Palembang dan luar negeri. Bermain dengan Qatar, kata Koko, tim Indonesia sudah mempersiapkan strategi khusus. Pada saat final nanti, tim Indonesia harus bermain cepat dan memberikan tekanan yang kuat, mengingat tim Qatar juga memiliki keunggulan yang sama.

"Nanti tinggal main kreatif saja. Saya sebagai pelatih tidak ikut bermain membantu di lapangan, hanya bisa menyarankan strategi dan semua tergantung mental dan fokus dari pemain. Saya berharap mereka bisa," ungkapnya.

Dengan bertemunya Indonesia di laga semi final, secara tidak langsung maka Indonesia berkemungkinan mengantongi medali emas sekaligus perunggu. Tim Indonesia 1 dan 2 terpaksa bertemu di semifinal yang dimenangkan oleh tim Indonesia 1, Ade Candra Rachmawan/M Ashfiya.

Pertandingan yang disaksikan langsung Wakil Presiden Yusuf Kalla itu menjadi tontonan yang menarik. Permainan cepat dengan dua set langsung itupun dimenangkan oleh tim Indonesia 1, dengan skor 21-18 dan 26-24.

"Karena drawing (undian) yang saya pun tidak bisa menantukan, maka Indonesia diharuskan bermain di semi final. Mau tidak mau, memang harus ada yang lolos satu tim, tapi bagaimanapun dua tim Indonesia sudah bermain bagus," ujar Koko.

Sebelumnya, Koko juga mengatakan tim Indonesia 1 memang lebih matang dibandingkan tim Indonesia 2. Hal ini bukan hanya karena pengalaman bertanding namun juga fokus dan konsentrasi tim saat bermain.

Sementara itu, tim Indonesia 2 akan berhadapan dengan China. Pada laga merebutkan perunggu nanti, tim Indonesia sudah pernah bertemu dengan tim China sebanyak 2, dengan posisi 1-1. Apalagi, tambah Koko, tim China juga tergolong klasifikasi pemain dunia.

"Qatar dan China itu bagus. Posisinya sama-sama kuat dan pembuktian lanjutannya di Asian Games di Palembang ini," kata Koko.

Pemain tim Indonesia 1, Ade Chandra mengatakan, masih akan memaksimalkan kerja sama saat berhadapan dengan tim Qatar. Menurutnya, tim Qatar merupakan tim kuat dan memiliki prestasi. Karena itu, perlu strategi dan permainan kreatif untuk menghadapinya.

"Di final yang menjadi laga akhir, memang harus main lebih baik dan lebih bagus. Ini pertarungan yang akan sangat menarik, karena pengalaman-pengalaman bertanding sebelumnya," ujar Ade.

Sementara tim voli pantai putri Indonesia harus berlaga pada perebuatan medali perunggu akibat kalah dari China dengan skor 2-1. Bermain dengan China, tim Indonesia dipaksa memainkan rubber set dengan angka 21-10, 17-21, dan 15-9.


Reporter: Tasmalinda
Editor: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
27-08-2018 00:03