Main Menu

Soft Tenis Indonesia Targetkan 2 Medali di Palembang

Iwan Sutiawan
27-08-2018 19:12

Tim Soft Tenis Indonesia.(Ist/re1)

Palembang, Gatra.com - Tim Indonesia menargetkan laga soft tenis di Jakabaring Sport City (JSC) menjadi moment menyenangkan seperti tenis lapang yang berakhir dengan medali emas. Cabor soft tenis yang baru akan dimulai pada Selasa (28/8) besok menargetkan minimal meraih dua medali.

Pada 2014, Indonesia berhasil meraih medali perak dari Edi Kusdaryanto sehingga tim merah putih Indonesia pada tahun ini mengharapkan hasil yang lebih baik. Manager Tim Soft Tenis Indonesia, Hendri Susilo Pramono mengatakan, pada Asian Games lalu, Indonesia berhasil dengan perolehan satu medali perak dan menargetkan perolehan yang lebih baik pada Asian Games 2018 ini.

"Sebagai tuan rumah, kita menargetkan yang terbaik. Setelah berhasil dengan satu medali pada Asian Games sebelumnya, maka bolehlah kita menargetkan lebih baik dengan dua perolehan medali, di antaranya emas, " ujarnya kepada Gatra.com, Senin (27/8).

Adapun beberapa negara yang memiliki catatan prestasi baik di cabor soft tenis di antaranya Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan. Pada Asian Games kali ini, negara yang turun berlaga di antaranya China, Korea Selatan, Taiwan, Laos, India, Mongolia, Kamboja, Filipina, Korea Utara, Pakistan, Thailand, Pakistan, dan Vietnam.

"Indonesia dan 14 negara lainnya akan merebutkan lima set medali bagi nomor tunggal putra, tunggal putri, beregu putra, putrid dan ganda campuran," ujarnya.

Olahraga asli Jepang yang menjadi bagian dari pesta olahraga negara-negara di kawasan Asia sejak 1994 itu juga menjadi kantong Indonesia untuk bisa meraih medali. Selain Edi Kusdaryanto yang sebelumnya sudah mencatat prestasi di Asian Games 2014, pada ganda campuran Prima Simpatiaji/Maya Rosa juga mengantongi perunggu.

"Sehingga sudah cukup realistis, juga pada empat tahun lalu mendapatkan perak menjadi emas, dan perunggu menjadi perak atau emas. Minimal dua medali bisa milik Indonesia," ungkap Martuama Saragi, Ketua Umum PP Pesti, Induk Organisasi Soft tenis nasional.

Korea Selatan memiliki catatan sejarah negara sukses di cabor ini, disusul Jepang dan Taiwan. Tiga negara tersebut bisa dikatakan penguasa soft tenis sehingga atlet Indonesia harus berjuang meladeni permainan atlet ketiga negara tersebut. "Sukses di tenis pada Asian Games ini menjadi tambahan semangat dan motivasi soft tenis Indonesia," katanya.


Reporter: Tasmalinda
Editor: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
27-08-2018 19:12