Main Menu

China Tantang Korut di Final Tenis Meja Beregu Putri

Arif Prasetyo
28-08-2018 17:12

Petenis meja Cina Manyu Wang.(ANTARA FOTO/INASGOC/Dewi Nurcahyani/re1)

Jakarta, Gatra.com - Tim tenis meja beregu putri Korea Utara berhasil lolos ke babak final tenis meja Asian Games ke-18 di JI Expo Kemayoran Jakarta, setelah mengalahkan Hongkong dengan skor 3-0, Selasa (28/8).

 

Bermaterikan Kim Song I, Cha Hyo Sim dan Kim Nam Hae, permainan petenis meja Korea Utara cukup mengejutkan banyak orang mengingat negara tersebut selama ini jarang tampil di event internasional.

Pada tunggal pertama Kim Song I mengalahkan Lee Ho Ching 3-1 (12-10, 11-2, 4-11 dan 11-6) selanjutnya Cha Hyo Sim mengalahkan Doo Hoi Kem dengan skor ketat 3-2 (11-8, 7-11, 11-8, 7-11 dan 14-12) dan terakhir Kim Nam Hae mengalahkan Soo Wai Yam Minnie juga melalui pertarungan ketat 3-2 (11-9, 10-12, 11-3, 9-11 dan 11-6).

Lawan Korea Utara di final adalah China yang mengalahkan Korea Selatan dengan skor 3-0.

Bermaterikan Zhu Yuling, Cheng Meng dan Wang Manyu bermain penuh semangat untuk mencapai ambisi mereka merebut emas yang selama ini menjadi tradisi bagi negara itu setidaknya dalam tiga kali Asian Games terakhir.

Zhu Yuling yang berhadapan dengan Jeon Jihee berhasil menang 3-1 dengan skor 11-7, 11-5, 7-11 dan 11-5, selanjutnya Chen Meng menang atas Choi Hyojoo 3-0 (11-8, 11-6 dan 11-8) serta Wang Manyu menang dari Suh Hyo Won 3-1 (11-7, 3-11, 11-9 dan 11-6).

Usai pertandingan pelatih tim putri Korea, Kim menyatakan tetap senang meski kalah dari China yang kualitas permainannya masih di atas Korea. "Kita sudah berjuang dan apa pun hasilnya kita terima. Pemain kami selalu tertinggal dari awal dari tiga pertandingan tadi," ujar Kim, seperti dikutip Antara.

Sementara, Suh Hyo Won menyatakan di tiga set pertama ia mampu menandingi Wang. Di set ke empat ia berusaha mengubah taktik dengan banyak bermain chop dengan memberikan bola pendek dekat net, untuk membuka serangan lebih dahulu, namun serangan itu bisa dikembalikan dengan berlanjut dengan adu pukulan putaran keras dengan posisi yang jauh dari meja dan merupakan kekuatan dari Wang.

"Ini kali kedua saya main lawan dia, setelah sebelumnya di Asian Games di Seoul juga bertemu dan kalah," jelasnya.


Editor: Arief Prasetyo

Arif Prasetyo
28-08-2018 17:12