Main Menu

Voli Pantai Putra Sumbang Perak dan Perunggu, Ini Tanggapan Pelatih

Iwan Sutiawan
29-08-2018 11:42

Pevoli Pantai pria Indonesia Mohammad Ashfiya (kiri) dan Ade Candra Darmawan (ANTARA/INASGOC/Andi Rambe/FT02)

Palembang, Gatra.com - Kegagalan menyumbangkan medali emas dibayar oleh tim putra voli pantai putra dengan menyumbangkan dua medali. Di laga final di Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, tim Indonesia 1, Ade Candra Rachmawan dan M Ashfiya hanya mampu berada di posisi medali perak dan tim Indonesia 2, Gilang Ramadan dan Danangsyah Yudistira meraih perunggu.

Pelatih voli pantai Indonesia, Koko Prasetyo, mengatakan, tim Indonesia 2 lebih mampu lepas dari tekanan yang diberikan lawan berbeda dengan tim Indonesia 1 yang cenderung main hati-hati namun tidak mampu memimpin. Dalam menghadapi lawan yang sepadan baik kualitas atau kekuatan tim, diperlukan kemampuan untuk lepas dari tekanan dan terus memimpin.

"Saya melihat malah tim Indonesia 2 yang main lepas. Menghadapi Qatar, Indonesia malah main penuh pertimbangan. Secara kualitas, sama dan peringkat dunia," ujarnya usai pertandingan Senin (28/8)

Pertandingan yang diwarnai hujan, kata Koko, tidak juga memengaruhi kualitas pemain. Saat pertandingan Indonesia 2, hujan sangat lebat namun permainan masih bisa dimaksimalkan. "Perlu evaluasinya di internal tim saja, tidak ada faktor luar," ujar mantan pemain voli pantai Indonesia tersebut.

Dalam pertandingan melawan Qatar, Indonesia memang harus bermain keras. Laga permainan cepat yang dikemas Qatar memang sempat membuat Ade Candra dan Ashfiya keletihan. Beberapa bola serang ternyata juga berhasil dipatahkan.

Salah satu pemain Qatar yang kidal memang lebih mendominasi pasing dan smas
tajam yang tidak mampu dikembalikan oleh pemain Indonesia. Di babak akhir di laga kedua, pemain Indonesia, Ashyifa juga cidera. Laga final tersebut terpaksa ditutup Indonesia dengan kekalahan 0-2.
"Kita sudah berusaha menekan, tapi cidera dan kalah," ujar Ashfiya.

Di laga final itupun poin yang berhasil dikumpulkan tidak terlalu jauh. Indonesia kalah dari Qatar, 24-26 dan 17-21. Sedangkan di laga semi final, Indonesia 2 lebih mampu memimpin poin dengan tiga partai, 2-1. Menghadapi China, Indonesia 2 berhasil menang di partai awal, yakni 21-15 dan di babak kedua berhasil dikejar China, 21-19. Baru pada partai akhir kembali berhasil memimpin dengan 15-6.

"Keberhasilan ini milik Indonesia. Tim kami berkeinginan, dari awal meraih emas, namun memang pertandingan harus berlangsung menghadapi peringkat dunia dan secara kualitas sama namun secara permainan membutuhkan lebih banyak kreativitas lagi," ungkap Danang.


Reporter: Tasmalinda
Editor: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
29-08-2018 11:42