Main Menu

Setelah 3 Medali, Soft Tenis Incar Nomor Ganda

Iwan Sutiawan
31-08-2018 00:16

Petenis Indonesia Sie Alexander Elbert mengembalikan bola ke arah petenis Korea Selatan Kim Jinwoong pada babak final soft tenis tunggal putra Asian Games 2018 di Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (29/8). (ANTARA/INASGOC/Hendra Nurdiyansyah/RT)

Palembang, Gatra.com - Cabang olahraga (cabor) soft tenis menargetkan meraih satu medali di nomor ganda putra atau putri di laga lanjutan Asian Games setelah berhasil meraih tiga medali terdiri satu perak dan dua perunggu.

 

Keberhasilan cabor soft tenis menyumbang perak berasal dari Alexander Elbert Sie. Petenis andalan Indonesia ini, harus puas dengan perak setelah kalah di laga final tunggal putra. Albert dikalahkan oleh petenis Korea Selatan, Kim Jimwoong dengan skor 2-4.

Elbert menyatakan kekecewaannya namun masih mensyukuri medali perak yang sudah berhasil diperolehnya. "Sudah kehendak-Nya karena lawan juga bermain sangat bagus di final," ucap Elbert usai laga final, Rabu (29/8).

Medali dari soft tenis juga berasal dari nomor tunggal putri. Petenis Indonesia, Dwi Rahayu Pitri, berhasil meraih perunggu. Pemain yang karib disapa Ayang itu kandas di semi final, terganjal Cheng Chuling dari Taiwan. Ayang kalah dengan kedudukan akhir 2-4.

Raihan satu perak dan dua perunggu ini lebih baik dari pencapaian pada Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, empat tahun silam.

Ketua Umum PP Pesti, Martuama Saragi mengatakan, perolehan yang berhasil diraih atlet Indonesia sudah menjadi catatan baik bagi cabang soft tenis karena lebih baik dari empat tahun lalu. "Masih ada nomor lain yang bertanding dan kita berharap bisa lebih baik. Dengan perolehan sekarang, sebenarnya sudah baik," ujarnya.

Sementara duet Dede Tari Kusrini/Irfandi Hendrawan dan Voni Darlina/Hemat Bakti Anugerah harus tersingkir dari persaingan grup ganda campuran yang berlangsung Rabu (29/8). Pada Jumat (31/8), soft tenis masih akan mempertandingan nomor beregu, baik putra dan putri. Kompetisi ini diikuti oleh 12 negara untuk nomor putra dan 10 negara bagi nomor putri yang dibagi dalam tiga grop.

Tim putra merah putih tergabung dalam Grup C yang juga dihuni oleh Jepang, Kamboja, dan India. Sedangkan putri tuan rumah bersama Jepang dan Pakistan juga bercokol di Grup C. Di bagian putra maupun putri, juara Grup A dan C akan langsung menuju ke semi final, sementara juara Grup B akan bertemu dengan runner-up Grup A akan melakoni laga perempat final seperti antar peringkat kedua Grup B dan C.

"Dengan aturan seperti itu, kami akan fokus terlebih dulu untuk lolos dari fase penyisihan grup," tutur Ferly Montolalu, pelatih putra soft tenis Indonesia di arena pertandingan, Kamis (30/8).

Adapun atlet yang diturunkan di antaranya Prima Simpatiaji, Irfandi Hendrawan, dan Hemat Bakti Anugrah mengisi slot ganda. Prima yang meraih perunggu tunggal putra pun bisa bertukar peran dengan Elbert.

Sedangkan di sektor putri, pelatih Gularso Muljadi akan menerapkan strategi yang sama. Petenis Dwi Rahayu Pitri alias Ayang, peraih perunggu tunggal putri bakal menjadi andalan dengan dukungan ganda Dede Tari Kusrini/Anna Kawengian.


Reporter: Tasmalinda
Editor: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
31-08-2018 00:16