Main Menu

Ini Tanggapan Kementerian BUMN Soal Isu Tiket Asian Games 2018 Habis Diboyong BUMN

Flora Librayanti BR K
01-09-2018 08:59

Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno. (GATRA/Adi Wijaya/RT)

Jakarta, Gatra.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima laporan dugaan gratifikasi berupa tiket pertandingan Asian Games 2018 yang dilakukan penyelenggara negara alias pejabat dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Laporan permintaan tiket itu kini tengah diusut lembaga antirasuah tersebut.

 

Menanggapi hal tersebut, Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno menyatakan tidak tahu-menahu terkait hal itu.
“Aku tidak pernah dengar. Kalau ada tahu nama perusahaannya, beri tahu aku,” katanya ketika dikonfirmasi di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Jumat (31/8).

Tak hanya itu, beredar kabar kalau tiket pertandingan sejumlah cabang olahraga pun ludes karena diborong para BUMN. Alhasil, banyak penonton yang tak berkesempatan menyaksikan langsung para atlet bertanding.

Harry menjelaskan kalau semua sponsor, termasuk BUMN, memang setiap hari mendapat jatah tiket gratis dari Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (Inasgoc) selaku lembaga resmi yang dibentuk pemerintah sebagai panitia Asian Games.

“Bukan hanya BUMN, seluruhnya yang sponsor. Kalau tidak salah 25 tiket per sponsor per hari. Jadi ada semua cabor,” tambah Harry. “Tapi kalau beli tiket, mungkin saja,” sebutnya kemudian.


 

Flora Libra Yanti

Flora Librayanti BR K
01-09-2018 08:59