Main Menu

Bekraf Hadirkan Streetwear Lokal Kualitas Internasional di Asian Festival

Flora Librayanti BR K
01-09-2018 17:56

Salah satu brand lokal yang ada di booth Bekraf digelaran Asian Games 2018 (Dok. Bekraf/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Paviliun Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) hadir semarakkan helatan Asian Games 2018 dengan membuka sejumlah booth. Salah satunya, booth "What We Wear" di Zona Kaka, Gelora Bung Karno (GBK) sebagai bagian dari Asian Festival 2018. Di sini, Bekraf kenalkan enam brand lokal kualitas internasional. Sebut saja seperti Taka, Public Culture, Run Hood Futurama, Maris, Danjyo Hyoji, serta Volt and Fast.

 

“Respon pengunjung sangat baik sekali. Beberapa ada yang sudah re-stock karena antusias para pembeli. Produk-produk ini memang unik,” ujar Deputi Pemasaran Bekraf, Joshua Puji Mulia Simandjuntak di Jakarta.

Pemilik Taka, Eduardus, yang produknya ikut berpartisipasi di booth "What We Wear" mengatakan hingga Jumat kemarin saja produknya sudah terjual hingga 45 buah. “Para pengunjung sangat antusias, mereka awalnya melihat-lihat lalu membeli. Karakter mereka biasanya baru tertarik dengan produk kami saat melihat dan menyentuh langsung,” ujarnya.

Taka sendiri didirikan pada 2013, saat Eduardus masih kuliah semester 3. “Karena dulu bidang usaha yang paling mudah dilakukan sembari kuliah adalah industri pakaian, Kami pakai uang sendiri,” kenangnya. Dengan modal awal hanya Rp8 juta, kini ia sudah bisa menghasilkan kurang lebih Rp60 juta per bulannya.

Taka membandrol harga kemeja Rp280-380 ribu, luaran dan jaket dijual dengan harga Rp380-600 ribu, celana dijual di harga Rp480-550 ribu, sedangkan untuk asesoris dijual seharga Rp350-550 ribu.

“Pakaian basic menswear biasanya hanya dipakai untuk keperluan yang formal seperti ke kampus, ke kantor, rapat, dan sebagainya. Namun kami menjual pakaian basic menswear yang dapat dipakai di berbagai aktivitas. Sekalipun melakukan kegiatan yang berkeringat, kami memfokuskan pada efisiensi dari pakaian kami,” sebut Eduardus.

Kedepannya, Taka berharap dapat bekerjasama lebih lanjut dengan Bekraf agar dapat memajukan industri kreatif Indonesia bersama-sama.


 

Flora L.Y. Barus

 

 

Flora Librayanti BR K
01-09-2018 17:56