Main Menu

Raih Emas, Takraw Indonesia Ingin Banyak Kompetisi

Iwan Sutiawan
01-09-2018 20:35

Tim sepak takraw putra Indonesia raih emas. (GATRA/Tasmalinda/FT02)

Palembang, Gatra.com - Pelatih Sepak Takraw Putra Indonesia, Arsy Syam, mengatakan pihaknya menargetkan memperbanyak kompetisi baik di dalam maupun luar negeri. Target ini setelah Indonesia meraih medali emas di final nomor quandran Asian Games 2018.

 

Menurut Arsy, prestasi tim putra menundukan Jepang menjadi sejarah bagi bangsa Indonesia. Setidaknya, di perhelatan tingkat Asia seperti Asian Games, tim merah putih Indonesia baru kali ini menoreh emas.

"Sebelumnya sejak ikut di Asian Games, 1970-an. Indonesia belum pernah sampai ke final, apalagi memperoleh emas," katanya di Palembang, Sabtu (1/9).

Perolehan medali emas ini menjadi catatan bagi Indonesia guna mengembangkan kemampuan dan bibit atlet muda cabang olahraga (cabor) sepak takraw. Pasalnya, Indonesia masih minim kompetisi dan tidak seperti negara lain yang menjadikan takraw sebagai bagian dari kompetisi rutin. "Misalnya Thailand yang setiap tahun memiliki turnamen takraw di negaranya," ujar dia.

Arsy menginginkan Indonesia perlu mengadakan liga sepak takraw baik untuk pembibitan di tingkat daerah maupun nasional. Liga-liga akan memudahkan dalam penyaringan atlet-atlet baru bagi cabor tersebut. "Bisa jadi misalnya proliga takraw," ujarnya.

Selain itu, dia juga mengharapkan agar pembinaan takraw di Indonesia menjadi lebih baik, misalnya menetapkan homebase dan lokasi latihan bagi atlet-atletnya. Penunjukkan homebase inipun bisa disesuaikan dengan venue-venue takraw yang sudah dimiliki Indonesia, seperti halnya di Palembang.

"Selain kompetisi, homebase bagi atlet juga perlu. Selama ini belum ada, dan mungkin seperti di venue di Palembang juga bisa dipergunakan. Disesuaikanlah nanti dengan kebijakan pemerintah dan pengurus besar," ungkapnya.

Menang meladeni Jepang melalui tiga game itu cukup dramatis. Terlebih Indonesia belum pernah sampai ke babak final pada laga Asian Games. Indonesia baru mampu mendulang prestasi di tingkat Asia Tenggara, yakni Sea Games.

"Emas ini sesuai dengan target Indonesia, dan memang nomor quandran menjadi andalan. Tim putra sudah membuktikannya di Asian Games kali ini," ujarnya.

Dari cabor sepak takraw Asian Games XVIII ini, tim Indonesia berhasil meraih lima medali. Kelima medali berasal dari putra yakni emas, perak, dan dua perunggu. Sedangkan putri cukup puas dengan menyumbangkan perunggu.

Selain itu, pelatih menambahkan, nomor quandran menjadi nomor baru bagi Asian Games 2018 sehingga setiap negara sedang mempelajari teknik dan strategi bermain. Sementara Indonesia sudah selangkah lebih maju.

"Sangat bersyukur menjadi tuan rumah, sehingga tim putra bisa ikut di empat nomor. Selain itu, semangat dari penonton di Palembang juga sangat mendukung permainan Indonesia," ujarnya.

Indonesia menang melawan Jepang 2-1. Di partai pertama, Jepang sempat unggul dengan 15-21, dan partai kedua Indonesia berhasil menyusul dengan 21-14 dan baru pada partai akhir, Indonesia berhasil memimpin dengan 21-16.

Atlet Takraw Indonesia, Saiful Rizal, mengaku puas dengan hasil tim di akhir Asian Games ini. Menurutnya, permainan Indonesia sangat baik dalam mempertahankan ritme, meski pada awalnya Jepang berhasil unggul. Kemenangan kali ini juga menjadi pembuktian jika tim Indonesia sudah mampu berlaga di tingkat Asia.

"Saya sangat senang, teman-teman bermain baik, tim mampu mempertahankan kesolidan dan akhirnya mampu meraih kemenangan di tingkat lebih tinggi, Asia dengan emas. Indonesia perlu lebih banyak kompetisi," ungkapnya.


Reporter: Tasmalinda
Editor: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
01-09-2018 20:35