Main Menu

Peparpenas 2017 Jadi Ajang Seleksi 30 Atlet Disabilitas dari Seluruh Indonesia Masuk SKO di Solo

elfira
10-11-2017 21:45

Para atlet di ajang Pekan Paralysmpic Pelajar Nasional (Peparpenas) VIII 2017. (Dok. Kemenpora)

Solo, Gatracom - Ajang Pekan Paralympic Pelajar Nasional (Peparpenas) VIII 2017 kali ini akan menjadi ajang seleksi bagi 30 atlet disabilitas seleuruh Indonesia untuk masuk Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Nasional Disabilitas tahun depan. Hal itu disampaikan Ketua Peparpenas 2017, dr Bayu Rahardian yang juga Asisten Deputi Bidang Olahraga Layanan Khusus pada acara pembukaan Peparpenas 2017 di Stadion Sriwedari, Solo, Jumat (10/11) kemarin. 

 

"Untuk murid ajaran baru akan dimulai pada tahun 2018 yang rencananya akan diseleski dari ajang Peparpenas tahun ini. Untuk tahap awal akan diambil sebanyak 30 atlet dari seluruh Indonesia yang juga nanti akan dijadikan percontohan tahap berikutnya. Intinya pemerintah dalam hal ini Kemenpora akan terus berusaha memberikan yang terbaik untuk atlet disablitas Indonesia," kata dr Bayu. 

     

 "Pada 2018 memang kami akan fokuskan program 'mengasramakan' mereka terlebih dahulu dengan cara menyewa gedung pemerintah, sekolah atau hotel, sementara bangunan fisik menunggu kesiapan lokasi karena tidak mudah meskipun anggaran ada," tambahnya.

 

Berdirinya SKO Disabilitas ini dilatar belakangi prestasi para atlet disabilitas yang setiap tahunnya mengalami peningkatan di ajang-ajang internasional. Terakhir bisa menyabet juara umum di ajang SEA Games 2017 Malaysia lalu. Selain itu Presiden Joko Widodo juga menginstruksikan kepada Menpora Imam Nahrawi agar para pelajar disabilitas untuk dibuatkan sekolah olahraga.      

 

Sekolah Khusus Olahraga (SKO) bagi atlet disabilitas akan mulai direalisasikan pada awal tahun 2018 mendatang. Presiden Joko Widodo langsung yang menginstruksikannya kepada Menteri Pemuda Olahraga Imam Nahrawi. "SKO disabilitas ini, kami sedang kaji kriterianya. Rencana pembangunan dan sebagainya, akan kami lakukan pada awal 2018," kata Sesmenpora Gatot S. Dewabroto usai membuka acra Peparpenas 2017.

 

Lokasi SKO, kata Gatot, akan berada di Solo yang merupakan pusat Komite Paralimpiade Nasional (NPC). Selama ini Solo menjadi markas penggemblengan atlet-atlet elite disabilitas. SKO sendiri untuk pemantauan bibit-bibit berkualitas yang diproyeksikan untuk kesuksesan di Paralimpiade 2020 Tokyo."Tantangan ke depan tentu lebih tinggi. Tidak hanya Asian Para Games 2018, tapi juga Paralimpiade 2020 di Tokyo. Kami menargetkan bisa meraih kesuksesan di sana setelah melihat potensi yang ada selama ini," ujar Gatot.

 

Meskipun akan berada di Solo, kemungkinan untuk membuat fasilitas serupa di daerah lainnya juga tetap ada. Pasalnya kementerian pemuda dan olahraga juga melihat potensi-potensi atlet berprestasi di daerah yang tinggi."Tidak menutup kemungkinan nantinya akan ada juga di kota lainnya jika proyek di Solo ini berhasil. Kami melihat potensi-potensi atlet juga ada di daerah lainnya," tutur dia

elfira
10-11-2017 21:45