Main Menu

Sudut-sudut Borobudur Kini Bisa Dijelajahi Lewat Google Maps

Tian Arief
30-09-2015 09:54

Wisatawan kunjungi candi Borobudur (Antara/Paramayuda)

Yogyakarta, GATRAnews - Setiap sudut kawasan Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, kini sudah bisa "dijelajahi" tanpa harus kita datang ke sana, melainkan cukup menggunakan aplikasi Google Maps. Peluncurannya dilakukan akhir pekan lalu, bertepatan dengan peringatan Hari Pariwisata Dunia.

"Misi Google adalah untuk mengorganisasi informasi dunia, membuatnya mudah diakses dan bermanfaat bagi semua orang," kata Shinto Nugroho, Kepala Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Google Indonesia, saat peluncuran Street View Borobudur di kompleks candi yang masuk Tujuh Keajaiban Dunia itu.

Selain Borobudur, aplikasi itu juga menampilkan gambar pemandangan jalan di kawasan Candi Prambanan dan Ratu Boko, Jawa Tengah, serta candi-candi lain di sekitarnya.

Shinto mengatakan, perusahaannya juga telah meluncurkan Google Cultural Institute untuk Indonesia, sehingga pengguna aplikasi bisa menjelajahi candi-candi sekaligus mempelajari budaya dan sejarah candi.

Ada sekitar 200 artefak koleksi Taman Wisata Candi Borobudur dan Ratu Boko serta Museum Nasional Indonesia yang bisa dipelajari dalam jaringan melalui Google Cultural Institute, yang juga memungkinkan pengguna melihat "Mahakarya Borobudur" dan "Kisah Visual Ramayana."

"Dengan menghadirkan gambar Street View Borobudur dan kisah sejarah di Cultural Institute untuk pertama kalinya, kami berharap ini bisa membantu pelestarian budaya dan sejarah bagi generasi penerus bangsa," kata Shinto, seperti dilansir Antara.

Selain itu juga, dia mengharapkan fasilitas ini bisa menginspirasi lebih banyak orang di Indonesia dan seluruh dunia untuk mengunjungi dan mengapresiasi warisan budaya bangsa.

Di samping kawasan-kawasan wisata budaya tersebutm Google juga meluncurkan gambar Street View empat kota besar di Indonesia seperti Lampung dan Lombok.

Pengguna bisa memanfaatkan gambar panorama 360 derajat tersebut untuk melihat destinasi sebelum tiba di tujuan, serta menjadikannya sebagai panduan mengemudi atau mengenal kota.

"Mulai hari ini semua orang di seluruh penjuru dunia bisa merasakan pengalaman berada di Indonesia dengan bantuan teknologi, mengenal keunikan budaya nusantara sambil melestarikan peninggalan sejarah untuk generasi mendatang," ujarnya menambahkan.


Editor: Tian Arief

Tian Arief
30-09-2015 09:54