Main Menu

Karya Pramoedya Ananta Toer Diangkat ke Pentas Teater

Fahrio Rizaldi A.
31-05-2016 23:55

Jakarta, GATRAnews - Cerita karya sastrawan legendaris Pramoedya Ananta Toer akan ditampilkan dalam pentas teater. Pagelaran bertajuk Bunga Penutup Abad itu digagas oleh Titimangsa Foundation, dan Yayasan Titian Penerus Bangsa. Bunga Penutup Abad akan dipentaskan pada 25 dan 26 Agustus 2016 di Gedung Kesenian Jakarta. Sutradara aksi teater ini, Wawan Sofwan, mengatakan bahwa Bunga Penutup Abad diambil dari cuplikan kisah karangan Pramoedya yang berjudul Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa.

"Happy Salma menghubungi saya untuk mengangkat karya Pram (Pramoedya Ananta Toer). Di ingin memerankan Nyai Ontosoroh. Ketika membaca Bumi Manusia, saya melangkah ke Anak Semua Bangsa, akhirnya terpikir judul Bunga Penutup Abad," ujar Wawan, Senin (30/5), di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Happy Salma turut serta dalam menggagas pentas ini. Sosok Nyai Ontosoroh juga pernah diperankan Happy dalam pentas sebelumnya. Selain Happy, Bunga Penutup Abad juga dimainkan oleh Lukman Sardi sebagai Jean Marais, Chelsea Islan sebagai Annelies Mellema, dan Reza Rahadian sebagai Minke. "Sosok Pram belum ada penggantinya. Dia satu-satunya orang Indonesia yang mendapatkan nominasi Nobel berkali-kali. Kurang lebih, 200 bukunya telah diterjemahkan ke berbagai bahasa asing," ungkap Happy.

Pramoedya Ananta Toer termasuk sastrawan Indonesia yang kontroversial. Pria kelahiran Blora, Jawa Tengah, pada tahun 1925 itu, pernah mengalami pengasingan di Pulau Buru pada tahun 1965. Satu di antara karya terkenalnya adalah tetralogi Bumi Manusia. Karya-karya Pram menjadi referensi wajib dalam perkembangan sastra dunia. Pram wafat pada 30 April 2006 di Jakarta.



Reporter: Rizaldi Abror
Editor: Edward Luhukay

Fahrio Rizaldi A.
31-05-2016 23:55