Main Menu

GNI Berbangsa: Kampanye Lingkungan dan Cium Hidung di Pulau Sumba

Nur Hidayat
05-09-2017 15:17

Transtoto Handadhari (tengah) beserta kerabat kerajaan serta para rambu (GATRAnews/dok)

Sumba, GATRAnews - Green Network Indonesia-Berbangsa (GNI-BERBANGSA), sebuah LSM yang aktif bergiat di bidang lingkungan, terus berusaha melaksanakan misinya melestarikan alam. Salah satunya, aktif berkampanye tentang pentingnya menjaga alam, Kampanye ini dilaksanakan hingga ke pelosok. Awal September lalu, GNI Berbangsa menyempatkan diri berkunjung ke Pulau Sumba, tepatnya di Kampung Raja Prailiu, Kabupaten Sumba Timur untuk memberikan edukasi dan motivasi lingkungan. 

Sejumlah petinggi dan tetua adat Pulau Sumba menerima rombongan GNI Berbangsa dengan hangat dan tangan terbuka. Sejumlah rambu dan umbu sebutan adat untuk wanita dan pria Sumba telah menunggu mereka. Ketua Umum GNI-Berbangsa Dr Transtoto Handadhari dalam kunjungannya tersebut mengaku terkejut juga mendapat sambutan bak Raja. Apalagi saat menerima salam "cium hidung" khas Sumba jika menerima tamu kehormatan dari para rambu.

Cium hidung khas Sumba untuk menyambut tamu (GATRAnews/dok)

Sekretaris KORPRI Kabupaten Sumba Timur, Rambu Anadjawa, Rambu Eta isteri dari almarhum Umbu Jaka- Raja Prailiu, Direktur LSM Yayasan Wali Ati, Rambu Ninu dan para rambu memberikan cium hidung sebagai ciri sambutan hangat masyarakat Sumba Barat, kepada Transtoto dan rombongan. 

Transtoto pun diberikan pakaian resmi Raja Prailiu yang telah disediakan, lengkap dengan parang bergagang gading gajah berbalut perak. Konon pakaian adat Sumba yang setidaknya bernilai sekitar Rp 50 juta itu sangat jarang keluar dari tempat penyimpanannya.

"Selain silaturahmi, GNI Berbangsa akan memberikan ceramah Kebangsaan dan Edukasi Lingkungan di Universitas Wira Wacana Sumba," kata Transtoto yang juga perndah menjabat Dirut Perum Perhutani (2005-2008). 

Acara kunjungan Ketua GNI-BERBANGSA di tanah Marapu itu dihadiri juga oleh Putra Mahkota Raja Prailiu Umbu Remi, kakaknya Rambu Kamaru, Rambu Sarah wanita Australia yang menjadi menantu Raja Prailiu, pejabat daerah seperti Edward Umbubotu, Simon Sabawali, Tri Wiyanto, Hendro, Melky Dama Nuna, Umbu Jowa, Umbu Rama Kuta dan dari GNI-Berbangsa Jakarta, Lydia Assegaf, Rudhito Widagdo, Puspasari Rambu Mora, Marthen Wanda dan Ika Crayon. 


Editor: Nur Hidayat 

Nur Hidayat
05-09-2017 15:17