Main Menu

"Lebaran Pendekar Betawi 2016" Lestarikan Silat Tradisi Betawi

Wanto
08-08-2016 12:15

Jakarta, GATRAnews - Sekitar 5000 orang pesilat tradisi Betawi dari berbagai perguruan silat di wilayah Jabodetabek tumpah ruah saat gelaran Car Free Day, Minggu (7/10) pagi. Dengan busana khas pangsi, para pesilat khas budaya Betawi itu berkumpul menghadiri event bertajuk 1000 Pendekar Betawi bertema Lebaran Pendekar Betawi 2016. Acara yang diprakarsai Redaksi Betawi atau Rumah Edukasi Aktivis Seni Betawi itu, merupakan pelopor pembentukan Asosiasi Silat Tradisi Betawi (ASTRABI), sebuah wadah baru bagi para pesilat khas budaya Betawi.

Pada momen itu, ASTRABI resmi lahir menjadi wadah baru untuk mengangkat kembali budaya dan tradisi silat khas Betawi yang sudah hampir punah itu. Saefullah, yang kini menjabat sebagai Sekretaris Daerah DKI Jakarta yang juga putra asli Betawi di jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, terpilih sebagai Ketua Pembina ASTRABI.

Menurut Saefullah, silat khas Betawi selama ini sudah hampir punah. Untuk itu, Saefullah mendukung penuh terbentuknya ASTRABI sebagai wadah baru untuk mempertahankan budaya silat Betawi agar tetap hingga kini. "Saya amati silat khas Betawi terancam punah. Dari 600 aliran silat di Indonesia, lebih dari 300 aliran ada di tanah Betawi. Jika tak sanggup beradaptasi dengan perubahan jaman, bukan mustahil silat Betawi ini tinggal kenangan," katanya.

"Dengan wadah ini, semoga silat tradisi Betawi akan kembali jaya dan menjadi tuang rumah di kampungnya sendiri," Saefullah, menambahkan.

Selain itu, selaku Ketua Panitia Penyelenggara dari Redaksi Betawi, Untung P Napis, mengapresiasi yang besar terhadap antusiasme yang besar dari para pendekar untuk bersatu dalam satu wadah untuk mempertahankan budaya silat Betawi ini. Untung menyebut, silat tradisi Betawi mempunyai banyak aliran. Namun katanya, yang terbesar yang ada sekarang ini adalah aliran bernama Beksi dan Cingkrik.

Dengan wadah baru itu, Untung berharap berbagai aliran silat Betawi akan bisa bertahan dan tidak hilang tersapu oleh jaman. "Ini tahun kedua para pendekar berkumpul. Kita ingin mengangkat kembali silat tradisi Betawi yang sudah hampir punah. Dengan lahirnya ASTRABI pada event kedua ini semoga budaya dan tradisi Betawi bisa dipertahankan," ujar Untung, yang juga tercatat sebagai salah seorang penggagas wadah ASTRABI ini.

Selain itu pula, sebagai penghargaan bagi para guru silat budaya Betawi, pihak panitia penyelenggara, seperti tahun sebelumnya, memberi apresiasi kepada 10 orang guru tua dari berbagai aliran silat tradisi Betawi dalam bentuk piagam penghargaan dan juga hadiah uang tunai atas jasanya mempertahankan silat tradisi Betawi di aliran masing-masing.

Bahkan, Saefullah --selaku Ketua Pembina ASTRABI-- memberikan apresiasi khusus kepada seorang guru berusia 93 tahun yang tinggal di kolong jembatan tol Bandara Soekarno-Hatta, dengan memberi rumah tinggal di Rumah Susun Cengkareng, Jakarta Barat.



Reporter: Wanto
Editor: Edward Luhukay

Wanto
08-08-2016 12:15