Main Menu

Bangga! Pelajar Indonesia Dapat Penghargaan di Ajang Internasional Intel ISEF

Fahrio Rizaldi A.
22-05-2017 11:20

Para pelajar kontingen Intel ISEF 2017 di California, Amerika Serikat (GATRAnews/LIPI)

Jakarta, GATRAnews - Empat pelajar asal Indonesia, mengikuti ajang kompetisi sains internasional, Intel International Science and Engineering Fair (Intel ISEF). Mereka bertolak ke California, Amerika Serikat (AS) untuk berkompetisi di Los Angeles Convention Center, pada 14 sampai 19 Mei lalu. Ke empat pelajar itu membawa tiga judul penelitian untuk dinilai oleh tim juri Intel ISEF. Betapa beruntungnya, ke empat pelajar itu pun mendapatkan penghargaan.

Mereka adalah Latifah Maratun Sholikhah dari SMA Negeri 1 Teras, Boyolali, Jawa Tengah. Latifah menerima penghargaan sebagai 4th Place Grand Awards on Category of Social and Behavioral Sciences, lewat karya penelitian berjudul Neglected Children: Case Study of Public Attitudes toward Children with HIV AIDS in 6 (Six) Sub-Districts in Surakarta.

Latifah merupakan pemenang pertama Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK) Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) Ke-48 Tahun 2016 yang diselenggarakan oleh LIPI. Selain mendapat penghargaan utama, dia juga memperoleh penghargaan sebagai Honorable Mentions from American Physiological Association.

Selain Latifah, ada tiga pelajar lain yang menerima penghargaan untuk kategori Special Awards. Penghargaan tersebut diberikan kepada 3 pelajar dengan 2 karya penelitian. Mereka adalah Azizah Dewi Suryaningsih dari SMA Negeri 1 Yogyakarta lewat karya penelitian berjudul Bamboo Forest as a Natural Levee of Pyroclastic Flows in Merapi Volcano. Dia mendapatkan penghargaan Special Awards, Third Place dari American Geosciences Institute. Azizah sendiri merupakan pemenang pertama Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian dan Kelautan (IPK) LKIR Ke-48 Tahun 2016.  

Special Awards lainnya diperoleh Bagus Putra dan Made Prasanta dari SMA Negeri Bali Mandara, Indonesia. Keduanya menerima Special Awards, Third Place from American Meteorological Society. Karya penelitian mereka adalah Smart Digital Psychrometer for Forecasting Local Weather. Mereka merupakan pemenang Medali Emas Olimpiade Peneliti Siswa Indonesia (OPSI) Tahun 2016 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

Tri Nuke Pudjiastuti, Deputi Bidang IPSK LIPI mengaku bangga atas pencapaian ini. Melalui ajang internasional semacam ini, Nuke berharap Indonesia akan memiliki banyak talenta muda di bidang penelitian. "Kami berharap generasi muda semakin mencintai dunia penelitian, apalagi sudah ada contoh pelajar yang mampu berprestasi di tingkat internasional seperti sekarang," ujar Nuke melalui keterangan tertulis yang diterima GATRAnews, Senin (22/5).

Saat mengikuti Intel ISEF para pelajar asal Indonesia ini berkompetisi dengan 1.778 pelajar dari 78 negara. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah mengirimkan para pelajar untuk ajang ini sejak tahun 2011 lalu.

Tahun ini, LIPI mengirimkan 5 karya penelitian, yang melibatkan 7 pelajar SMA sebagai finalis Intel ISEF, 2  pelajar SMA sebagai pengamat (observer) dan 1 siswa SMP yang juga merupakan perwakilan Indonesia di ajang Intel International Broadcom Master, yakni ajang pengenalan sains bagi remaja di bawah usia 15 tahun.

Delegasi Indonesia dari LIPI yang berangkat adalah pemenang terseleksi LKIR 2016, yakni Chyntia Silvi Yanti Hasan dan Zahratul Jannah dari SMAN 80 Jakarta melalui karya penelitian "Why does House Gecko (Cosymbotus platyurus) prefer living in our home?", Azizah Dewi Suryaningsih dari SMAN 1 Yogyakarta, pemenang Special Awards, Shofi Latifah Nuha Anfaresi dan Intan Utami Putri dari SMAN 1 Sungailiat yang mengusung karya Bangkasand: an effective Removal for Pb II in Tin Mining Area, Miranti Ayu Kamaratih dan Octiafani Isna Ariani dari SMA Al Hikmah Surabaya dengan karya A Novel of Red Dragon Fruit Peel Extract as Dye Sensitized Solar Cells Appkication, dan Latifah Maratun Sholikhah dari SMAN 1 Teras Boyolali, pemenang Grand Awards Intel ISEF 2017. Sedangkan perwakilan Indonesia untuk ajang Intel International Broadcom Master adalah Maliya Finda Dwiutami dari SMP IT Al Qhudwah.  

Delegasi Indonesia juga mengikut sertakan pemenang OPSI 2016 yang telah terseleksi, yaitu Najmuna Ratri Lakshita dan Sakina Yaumil Fitri dari SMAN 1 Yogyakarta, mereka mengusung penelitian berjudul Scientific Wisdombehind Yogyakarya Palace's Sustainable Resilience to Natural Hazards,  Made Radikia Prasanta dan Bagus Putu Satria Suarima Putra dari SMA Negeri Bali Mandara pemenang Special Awards, serta Tri Ardiansa dari SMAN 3 Semarang dengan judul penelitian Novel Anti-Radiation Polypropylene-Eggshell Composite.

Para pelajar Indonesia dan seluruh peserta Intel ISEF memulai kompetisi sejak acara pembukaan pada Senin (15/5). Ajang Intel ISEF dibuka oleh Rosalind Hudnell (President Intel Foundation) dan Maya Ajmera (President and CEO Society for Science & the Public). Ajang ini juga melibatkan keynote speech Manu Prakash (Assistant Profeasor of Bioengineering Stanford University).

Kepala Biro Kerja Sama, Hukum dan Humas LIPI, Nur Tri Aries S mengatakan, keikutsertaan Indonesia di ajang Intel ISEF adalah bentuk kerjasama yang erat antara pemerintah, pihak swasta, maupun pihak terkait dalam mendidik remaja Indonesia dengan memberikan mereka wawasan dan pengalaman internasional. "Semoga mereka dapat memberikan yang terbaik untuk bangsa. Garuda Jaya, Indonesia Juara," terangnya.


Reporter: Rizaldi Abror

Editor: Nur Hidayat

 

Fahrio Rizaldi A.
22-05-2017 11:20