Main Menu

Saumata Selenggarakan Pameran Batik & Songket

Nur Hidayat
07-11-2017 07:48

Pameran batik (GATRA/Jongki Handianto/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Batik, songket dan tenun adalah karya seni, perpaduan fungsi dan keindahan. Motif-motif yang tercipta tidak sekadar menyampaikan pesan, menceritakan kondisi pada zamannya tetapi juga memerhatikan unsur estetika. Indonesia kaya dengan bahan wastra, ragam teknik, dan motif. Wastra atau kain adalah tenunan memori atas peradaban. Batik, songket dan tenun merupakan bagian dari jejak simbol yang kini dibaca sebagai keindahan dan manfaat sebagai busana, aksesoris maupun produk interior.

Apartemen Saumata menyelenggarakan pameran Nusawastra at Saumata terinspirasi dari buku Nusawastra Silang Budaya yang disusun oleh kolektor kain, Quoriena Ginting. Pameran ini dibuka oleh Sekretaris Kabinet RI, Pramono Anung pada Sabtu (4/11) dan berlansung sampai Ahad (19/11) akan menghadirkan ragam koleksi batik, songket dan tenun seluruh Nusantara milik Quoriena Ginting.

“Saumata ingin mengajak masyarakat luas untuk lebih mengenal wastra Nusantara ini sebagai salah satu seni kriya yang harapannya, tak hanya mengenal keindahannya tetapi juga pesan-pesan yang disampaikan dari masa lalu dan masa kini. Seperti dalam hal perancangan bangunan yang perlu memerhatikan harmonisasi antara fungsi dan estetika layaknya sebuah karya seni kriya. Apartemen SAumata mengedepankan konsep desain subtle luxury dan memadukan fungsi dan estetika dari bangunan yang dirancang”, kata Boy Noviyadi, Marketing Director PT Sutera Agung Property.

Di sela pembukaan pameran, Quoriena Ginting menyambut baik acara ini. “Sama dengan batik, songket dan tenun juga cara masyarakat dahulu menulis untuk menyampaikan pesan. Ragam tenun di Indonesia pun tinggi, termasuk dari bahan dan corak. Memang sudah banyak tenun yang dihasilkan oleh mesin, hanya tenun yang dibuat manual dengan ATBM tetap mempunyai nilai khusus," katanya. 

“Ada sentuhan dan rasa setiap simpul benang. Meski jumlahnya tidak akan banyak sebab produksi membutuhkan waktu, tenun ATBM dan batik tulis menempati nilai tinggi ketika dikenakan maupun dikoleksi. Ada kisah di tiap lembarnya. Terima kasih kepada Saumata atas terselenggaranya acara ini, agar masyarakat kita menjaga ingatan terhadap budaya dan peradaban Nusantara dengan mengenali dan melestarikan wastra Nusatara,” ujar Quoriena.

Pameran ini akan memperlihatkan keindahan songket Palembang, batik Gentongan Madura, batik Pekalongan, Iban Kalimantan, dan Gringsing Bali. Dan selama pameran berlangsung akan ada kegiatan talkshow dan workshop mengenai batik, tenun, dan songket dengan Quoriena Ginting, Siti Maimona, Dhanny Dahlan, Dudung Alie Syahbana.

Serta kegiatan melukis boneka kayu bersama Hadiprana dan menghadirkan komunitas wanita Jepang dari Ary Suta Center yang akan membawakan tarian tradisional Sekar Jempiring asal Bali. 


Editor: Nur Hidayat

Nur Hidayat
07-11-2017 07:48