Main Menu

Wagiono: IKJ Didirikan Tidak untuk Ikuti Pasar

Edward Luhukay
24-06-2015 15:27

Rektor & Para Wakil Rektor IKJ (GATRAnews/Edward Luhukay)Jakarta, GATRAnews - Rektor Institut Kesenian Jakarta (IKJ) Wagiono Soenarto menyatakan, sesuai dengan amanah mantan gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin, kampus IKJ tetap berupaya untuk terus menjadi bagian dari DKI Jakarta, agar ibukota negeri ini dapat menjadi berbudaya. Salah satu hal yang dilakukan IKJ dalam rangka perayaan hari jadinya yang ke-45, yakni melibatkan budaya Betawi.

"IKJ didirikan tidak mengikuti pasar, tapi menegakkan idealisme. Ini kesenian, yang adalah keindahan dan kejujuran," ujar Wagiono kepada wartawan, belum lama ini di Galeri Cipta 3, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat.

Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-45, IKJ menggelar perayaan seni dan budaya di Teater Jakarta, TIM, Jakarta Pusat, 25-27 Juni 2015. Perayaan ini akan menampilkan kehebatan karya-karya dan berbagai aktivitas dari tiga fakultas, yakni Fakultas Seni Pertunjukan, Fakultas Seni Rupa, dan Fakultas Film dan Televisi.

Kegiatan ini digagas dan melibatkan akademik dan mahasiswa dengan tujuan mengajak pengunjung untuk berinteraksi langsung dengan para perupa dan mahasiswanya.

Sebelumnya IKJ sudah mengadakan acara Open House bagi calon mahasiswa-nya pada tanggal 5 -6 Juni lalu dan dihadiri cukup banyak peminat di fakultas-fakultas yang merupakan pintu gerbang profesi industri kreatif yang ditawarkan oleh IKJ.

Institut kesenian pertama di Jakarta ini menawarkan jenjang pendidikan tinggi bergelar sarjana bidang seni khusus melalui Fakultas Seni Pertunjukan, Fakultas Seni Rupa, Fakultas Film dan TV, serta Program Pasca-Sarjana yang terbuka untuk para lulusan dari SMA/K dan umum.



Editor: Edward Luhukay {jcomments on}

Edward Luhukay
24-06-2015 15:27