Main Menu

X-Go Warhol Seniman Lokal Perintis Seni Graffiti

Arif Prasetyo
18-09-2015 14:16

Surabaya, GATRAnews - ARTOTEL Surabaya menghadirkan pameran tunggal seorang seniman lokal Indonesia perintis seni Graffiti dari Surabaya, X-Go Warhol. Pameran ini berlangsung selama dua bulan, dari 11 September-12 November 2015, di Art Space ARTOTEL Surabaya yang terletak di Lobby.

 
Dalam rilisnya, Jumat (18/9) X-Go, dikenal sebagai salah satu perupa seni jalanan di Kota Surabaya, sering mengadakan pameran, dan diskusi. Ia bersama komunitasnya sering juga merepotkan Satuan Pamong Praja (Satpol) PP karena ulahnya mencorat-coret tembok/dinding di jalanan Kota Surabaya. Mulai dari jalanan Wonokromo, Gunungsari, Bratang, Raya Darmo, sampai pinggiran Kota Surabaya.

Tembok-tembok yang sudah usang atau masih tampak iklan-iklan promosi ditindas demi hasrat mengekspresikan ide-ide tentang apa pun. Banyak ungkapan propaganda tentang isu-isu sosial yang menjadi konsep gerakan X-Go dan komunitasnya dalam melawan ketidakadilan di sekitarnya. Misalnya masalah korupsi, pemilu, dan kesewenang-wenangan aparat terhadap masyarakat, dengan gaya Suroboyoan yang egaliter X-Go kelihatan garang dalam ekspresi seninya pada tembok-tembok itu.
 
Safrie Effendi, Art Manager ARTOTEL Indonesia mengatakan, ARTOTEL Indonesia sangat bangga dapat menyelenggarakan pameran tunggal seorang seniman lokal perintis Seni Graffiti di Indonesia. X-Go telah berkecimpung di Seni Graffiti selama lebih dari satu dekade, terutama di Surabaya dan Sidoarjo.

Pameran ini juga melakukan perbandingan antara Paul Jackson Pollock dengan X-Go dalam hal kesamaan dan perbedaan dari dua genre besar seni lukis. Pollock adalah seorang pelukis Amerika yang berpengaruh dan tokoh utama dalam gerakan abstrak ekspresionis. Dia terkenal karena gayanya yang unik dengan lukisan menetes.
 
Pollock dan X-Go memiliki kesamaan dalam penggunaan warna yang cerah dan eksentrik, namun perbedaannya adalah Pollock bermain dengan banyak bentuk organic dan menekannya pada tetesan dan percikan agar terlihat lebih ekspresif. Sementara X-Go cenderung lebih rapi dan tenang dalam membuat karyanya dan mengeksekusi karya-karyanya dengan melibatkan banyak bentuk shape dan geometris. X-Go juga memiliki referensi dari Picasso dan terinspirasi dari karya-karya Mas Mundari,” tambah Safrie.


Editor: Arief Prasetyo

Arif Prasetyo
18-09-2015 14:16