Main Menu

Nippon Paint Gelar Ajang Kompetisi Desainer Muda

Tian Arief
05-11-2015 23:12

Konferensi pers NPYDA (Dok NPI)

Jakarta, GATRAnews - Produsen cat Nippon Paint Indonesia menggelar Nippon Paint Young Designer Award (NPYDA) untuk ketiga kalinya, di Artotel Jakarta, Kamis (5/11). Program CSR Nippon Paint, yang telah menghantar beberapa arsitek dan desainer interior muda berbakat Indonesia ke ajang regional itu, menampilkan tema ”Design with Heart – For a Sustainable Future: With People in Mind”, untuk kompetisi pada 2015 ini.

Menurut siaran pers yang diterima GATRAnews, di Jakarta, Kamis, tema tersebut dipilih dengan tujuan sebagai katalis bagi arsitek dan desainer interior muda untuk membentuk konsep yang memadukan kenyamanan, kepraktisan, kegunaan, ramah lingkungan dan unsur empati ke dalam ruang bekerja dan komunitas kita.

Tantangan dalam kompetisi tema tahun ini adalah menciptakan lingkungan yang bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk lansia, anak-anak, ibu menyusui, penyandang disabilitas, dan lainnya. Arsitek bertugas menciptakan Pusat Komunitas Ideal dengan lingkungan yang sehat untuk memelihara hubungan keluarga dan masyarakat, pendukung nilai-nilai kebersamaan, toleransi dan menginspirasi orang untuk mencintai kegiatan outdoor. Desainer Interior dipacu untuk berbagi visi mereka mengenai Ruang Kerja Ideal yang mempromosikan keseimbangan hidup, ergonomis, inovatif dan juga ramah lingkungan.

Menurut CEO (Decorative Paints) Nippon Paint Indonesia, Jon Tan, ajang ini merupakan komitmen Nippon Paint Indonesia untuk mendorong dan mengembangkan bakat-bakat muda dalam industri arsitek dan desain interior Indonesia.

”Kami menyadari akan berlimpahnya bakat muda  dalam industri kreatif ini dan ingin menyediakan panggung bagi calon arsitektur dan desainer interior untuk menghasilkan rancangan yang tidak saja kreatif tetapi juga bertanggung jawab,” ujarnya.

Dia mengharapkan, NPYDA akan menjadi inspirasi dan penggerak untuk melahirkan arsitek dan desainer interior Indonesia yang mampu bersaing di ajang global, sehingga karya anak bangsa mendapatkan pengakuan secara internasional.

Program NPYDA ini bukan sekadar kompetisi, sebab banyak peluang yang bisa diraih oleh para finalis dalam acara ini. Kompetisi ini telah mengembangkan dan mengasah keterampilan hingga karir dari para finalisnya.

Menurut Jon Tan, para kontestan mendapat kesempatan untuk mendalami ilmu arsitektur dan desain interior dengan para juri yang sudah berpengalaman. Tak sekadar membagi-bagikan hadiah uang tunai, NPYDA dengan konsep nurturing through mentoring, juga memberikan seminar saat NPYDA Campus Roadshow dengan pembicara dari Tokyo Univeristy, Tomohiko Amemiya dan coaching clinic bagi para finalis dengan para juri NPYDA 2015.

Selain itu, setiap finalis juga tak berhenti hanya di kompetisi saja. Dalam perkembangannya, ajang ini telah mempertemukan para finalis dengan profesional di industri. ”Bahkan tak jarang, setelah keluar dari kompetisi ini, para finalis diajak bergabung di berbagai perusahaan besar,” tutur Jon Tan.

Sementara itu, Raynaldo Theodore, Gold Winner NPYDA 2013 untuk kategori Arsitektur mengungkapkan, NPYDA menjadi wadah pembelajaran yang sangat penting dalam dunia Arsitektur yang ia tekuni. ”NPYDA telah membuka banyak pintu untuk saya berkarir di dunia arsitektur. Saya juga merasa beruntung diberikan kesempatan magang di perusahaan ternama dan memulai karir di bawah bimbingan mentor yang luar biasa,” ujarnya.

Raynaldo akan meniti karir di perusahaan arsitektur ternama Bjarke Ingels Group (BIG) di New York, Amerika Serikat.

Senada dengan Raynaldo, Kevin Nathaniel, Gold Winner NPYDA 2014 dari kategori Desain Interior yang baru saja menyelesaikan magang mengungkapkan kegembiraannya setelah mengikuti kompetisi bergengsi bagi para arsitek dan desainer muda tersebut.

”Kompetisi ini merupakan sebuah perjalanan yang sangat berharga buat saya. Saya mendapatkan pengalaman yang luar biasa, kemampuan saya sebagai desainer berkembang, serta menjalin networking dengan para profesional melalui program ini,” kata Kevin.

NPYDA 2015 menghadirkan juri-juri yang berpengalaman di bidangnya, antara lain Edward Kusma (Gunas Land), David I Tay (Ethospace), Kurjanto Slamet (Ong & Ong), Fendarie Su (Santa Fe Interior Architecture Sdn. Bhd.), Samuel A. Budiono (Samuel A. Budiono Associates), Sibarani Sofian (AECOM), Aghnia Fuad (Aghnia Fuad), Grace Hartanti (Grace Hartanti Design Lab), Ibam Arafi (Polymath), Joe Willendra (W Office), Marcello Sidharta (Sidharta Architect), Revano Satria (RSI Group International).

Para juri menilai setiap karya berdasarkan elemen ramah lingkungan, inovasi desain, dan konsep desain. ”Kami mencari konsep arsitektur dan desain yang tak hanya fungsional, unik, indah, tetapi memiliki jiwa dengan mengedepankan sisi humanisme yang telah banyak dilupakan. Jadi para arsitek dan desainer muda ini tak sekadar membuat rancangan ikonik untuk landmark pribadi saja, tetapi fokus kepada manusia sebagai pengguna utama dan hubungan ruangan dengan lingkungan sekitarnya,” ujar Edward Kusma dari Gunas Land.

Kompetisi ini telah menyaring 500 lebih rancangan kiriman para mahasiswa dari 14 universitas seluruh Indonesia, kemudian dengan penjurian yang ketat, terpilih satu pemenang utama (Gold Winner) dari kategori Arsitektur dan Desain Interior. Kedua Gold Winner berkesempatan untuk mengikuti NPYDA tingkat regional yang akan diadakan di Bangkok untuk berkompetisi dengan para Gold Winner dari Jepang, Tiongkok, Singapura, Hong Kong, Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, Pakistan, Bangladesh dan Papua Nugini.

Selain itu, pemenang juga mendapatkan kesempatan magang di perusahaan-perusahaan terkemuka, dan workshop bersama Paul Tange (President of Tange Associates).

Nippon Paint menyatakan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung kegiatan NPYDA ini, terutama kepada para juri, dosen dan universitas yang terlibat dalam kompetisi ini melalui pemberian penghargaan yang diserahkan dalam puncak acara NPYDA 2015. Informasi mengenai NPYDA dapat diakses di www.NPYDA-Indonesia.com.


Editor: Tian Arief

Tian Arief
05-11-2015 23:12