Main Menu

Komunitas Seni Berkolaborasi, Gelar Teater Baratayuda

Fahrio Rizaldi A.
10-11-2015 10:10

Jakarta, GATRAnews - Sejumlah komunitas seni tampil dalam ajang KolaborAsyiiik 2015. Komunitas itu antara lain komunitas Reog Surabaya, Komunitas Kreasi Musik Sampah (Kresipah) Jakarta, serta para pegiat komunitas lainnya. Minggu (8/11) malam kemarin, para seniman yang tergabung dalam komunitas tersebut tampil sepanggung memainkan seni teater dalam lakon Baratayuda di Teater Kautaman Gedung Pewayangan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Lewat lakon ini, para pegiat seni tersebut menampilkan kesenian tradisional beruoa Reog, Sisingaan, Kerajinan Goni, Batik Pekalongan, dan Topi Bambu Tangerang yang diiringi musik dari Kresipah Jakarta.

Pegiat komunitas Karel Anderson mengungkapkan, ajang ini juga menjadi pertemuan yang melebur berbagai unsur seni yang dimiliki dari masing-masing komunitas. "Seluruh anggota komunitas teman asyik kali ini berhasil menerima tantangan untuk meleburkan beragam potensi karya dan seni ke dalam sebuah pentas pertunjukan berskala nasional. Hal ini sekaligus membuktikan semakin kuatnya semangat pertemanan yang telah cukup lama terjalin di antara mereka, di samping banyak pula nilai positif yang bisa digali dengan bertambahnya jaringan pertemanan yang tercipta dari tahun ke tahun. Untuk itu saya mewakili teman-teman komunitas berterima kasih kepada Sampoerna Kretek dan seluruh pihak yang terlibat atas komitmennya mendukung kegiatan seperti ini," ujar Karel, Minggu (8/11) malam, di Gedung Pewayangan TMII, Jakarta Timur.

Sementara, Ketua Himpunan Reog Ponorogo dan Jaranan Surabaya, Tri Suryanto, menyampaikan antusiasmenya mengikuti kegiatan KolaborAsyiik 2015. Menurutnya, pertunjukan lakon Baratayuda ini menjadi kebanggan tersendiri bagi komunitasnya. "Mendapatkan peluang berperan dalam seni pertunjukan sekelas Baratayuda merupakan kebanggan tersendiri bagi kami. Kami tidak hanya bertemu dengan pelaku seni dari berbagai latar belakang, namun juga memperoleh kesempatan bertukar pikiran dengan mereka tentang perkembangan minat seni di Indonesia. Dalam sesi berbagi inspirasi yang kami ikuti Jumat lalu (6/11), kami bahkan mendapat motivasi lebih besar lagi dari komunitas Topi Bambu Tangerang yang kini telah semakin berkembang," ucapnya.

Ketua Komunitas Topi Bambu Tangerang, Saepul Milah, menjelaskan bahwa apresiasinya atas kegiatan yang memberi dampak luar biasa bagi perkembangan komunitas Topi Bambu. "Saya mendapatkan pencerahan yang luar biasa dari keikutsertaan saya di kegiatan seperti ini satu tahun yang lalu. Berbekal motivasi yang disampaikan oleh para seniman dan pengusaha di kelas inspirasi, dan pemahaman tentang teknis presentasi dengan perumusan pesan yang kuat, komunitas saya berhasil melanglang buana ke berbagai belahan dunia dengan kreasi bambu kami," tandasnya.



Reporter: RAB
Editor: Edward Luhukay

Fahrio Rizaldi A.
10-11-2015 10:10