Main Menu

Tim SMA Labschool Cibubur Raih Juara Interfolk di Rusia

Wanto
20-11-2015 01:42

Jakarta, GATRAnews - SMA Labschool Cibubur berhasil meraih medali emas kategori Mixed Folk Ensamble usia di bawah 17 tahun pada Kejuaraan Folklore Internasional Interfolk 2015, yang diselenggarakan di kota Saint Petersburg, Rusia, 13-18 November 2015. Festival Interfolk dibagi menjadi dua bagian, yakni cultural exchange festival dan kompetisi. Untuk penampilan festival, group tari dan musik SMA Labschool Cibubur yang terdiri dari 22 orang pelajar dan lima orang pendamping ini menampilkan dua nomor tarian tradisional nusantara yang berasal dari daerah Tapanuli, Sumatera Utara, dan tarian Betawi.

Khusus untuk babak kompetisi, para pelajar SMA Labschool Cibubur ini menampilkan tarian Ratoh Duek yang berasal dari Gayo Lues, Aceh, yang membawa mereka tembus ke babak Final Grand Prix yang dilaksanakan pada Selasa (17/11) waktu setempat atau Rabu (18/11) dini hari WIB.

Gerakan seragam dan serempak ini berhasil memukau 15 orang dewan juri yan merupakan pakar folklore dunia dan juga penonton yang turut menyaksikan langsung.

Atas keberhasilanya ini, SMA Labschool Cibubur memperoleh Golden Ticket untuk mengikuti The 3rd International Performing Arts Competition 2016 yang akan diselenggarakan di Yerevan, Armenia.

Kepala Sekolah SMA Labschool Cibubur Buang Raharjo menyampaikan ungkapan syukur dan bangga, atas prestasi yang diraih murid muridnya pada kompetisi ini di tingkat internasional.

"Semoga capaian ini dapat menginspirasi teman-teman mereka untuk terus mencintai dan bangga akan akar budaya bangsa Indonesia, serta memotivasi siswa seluruh Indonesia unuk berprestasi dengan membawa kekayaan tradisi dan budaya bangsa kita di kancah internasional lainnya," katanya.

Pada saat yang sama, Irina Lysenkova, selaku Ketua Panitia Interfolk 2015, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada grup Sthira Caranadara SMA Labschool Cibubur karena walaupun di usia yang masih relatif muda namun telah mampu menampilkan komposisi yang sedemikian bagus dan rumit, sehingga mendapat apresiasi yang luar biasa dari para dewan juri.

"Saya selalu terkesima dengan menyaksikan seni tari dan musik dari Indonesia, sangat beragam, kaya, unik, memukau dan menghibur. Tidak hanya secara kemasanpertunjukan, tetapi juga sangat kuat secara akar budaya danfilosofis," ungkapnya.

Aldea Karinta salah satu siswa SMA Labschool Cibubur mengakui sebelum berangakat ke Rusia, timnya mendapatkan  pelatihan rutin dan super intensif selama 3 bulan di bawah bimbingan Tim Artistik Gantari Gita Khatulistiwa (GGK) pimpinan Gilang Mokodompit.

"Kami senang sekali bisa mengalahkan para peserta dari berbagai negara yang terdiri dari pelajar hingga penari profesional, setelah mendapat pelatihan dari Pak Gilang," katanya.



Reporter: Wanto
Editor: Edward Luhukay

Wanto
20-11-2015 01:42