Main Menu

Setelah 20 Tahun, Teater Koma Kembali Pentaskan Semar Gugat

Fahrio Rizaldi A.
26-02-2016 10:30

Jakarta, GATRAnews - Teater Koma kembali menampilkan lakon Semar Gugat di pementasannya. Sebelumnya, Semar Gugat juga pernah dipentaskan pada 20 tahun silam oleh Teater Koma. Kali ini, lakon tersebut akan dimainkan di Gedung Kesenian Jakarta, pada 3 sampai 10 Maret mendatang. "Teater Koma merupakan satu di antara grup teater yang konsisten memproduksi karya seni teater yang apik. Seperti lakon Semar Gugat yang selalu menarik ditonton walau pernah dipentaskan 20 tahun yang lalu," ujar Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation Renitasari Adrian, dalam siaran pers, Kamis (25/2).

Renitasari menambahkan, lakon Semar Gugat dikemas dalam tampilan baru yan lebih segar. Karakter Teater Koma yang selalu mengandalkan sisi artistik tetap ditampilkan dalam pementasan ini. "Teater Koma selalu menyajikan suasana artistik yang indaj dan detil. Kelompok ini mampu menginspirasi generasi muda untuk mengeksplorasi dan menghasilkan karya-karya kreatif," jelasnya.

Lakon ini bercerita tentang Kerajaan Amarta sedang geger karena Srikandi meminta mas kawin yang tak wajar kepada sang calon suami, Arjuna.

Saat pesta pernikahan nanti, Arjuna harus memotong kuncung Semar untuk dihadiahkan kepada Srikandi.

Hal ini tentu saja merupakan penghinaan besar bagi Semar dan keluarganya. Padahal, hal itu merupakan ulah Betari Permoni yang merasuk ke dalam tubuh Srikandi untuk bisa bermesraan dengan Arjuna.

Akhirnya, Semar pergi ke Khayangan, meminta dikembalikan jadi wujudnya yang rupawan. Kemudian, menjadi raja Simpang Buwana Nuranitis Asri, dengan gelar Prabu Sanggadonya Lukanurani. Tak lama, dia memutuskan untuk menantang Arjuna dan Srikandi adu sakti.

Semar Gugat pernah dipentaskan pada 1995. Penulisnya, N. Riantiarno mendapat penghargaan South East Asia Writers pada 1998 di Thailand yang diserahkan oleh putra mahkota Thailand, Pangeran Maha Vajiralongkorn. "Lakon Semar Gugat menjadi sarana untuk menyampaikan kritik sosial yang kerap terjadi di masyarakat. Dikemas dengan kreatif sehingga menampilkan pertunjukan yang menarik dan tentunya menghibur penonton yang hadir. Kami harap pertunjukan ini akan menghibur dan penonton yang hadir memahami pesan moral yang kami sampaikan dalam lakon ini," tutur Nano Riantiarno, sang sutradara pementasan Semar Gugat.



Reporter: Rizaldi Abror
Editor: Edward Luhukay

Fahrio Rizaldi A.
26-02-2016 10:30