Main Menu

Sohieb Toyaroja Gelar Pameran Tunggal

Edward Luhukay
15-03-2016 13:53

Jakarta, GATRAnews - Sohieb Toyaroja menggelar sebuah pameran tunggal hasil karya lukisan-lukisannya yang diberi titel The Spiritual Journey. Pameran tersebut digelar pada 16 Maret hingga 14 April 2016 di Kunstkring Art Gallery, Menteng, Jakarta, menampilkan 38 lukisan. Lukisan-lukisan tersebut merupakan lukisan cat minyak di atas media kanvas. Lukisan berukuran 60 x 90 cm, sedangkan terbesar berukuran 210 cm x 350 cm.

"Ukuran terbesar itu merupakan master piece dari pameran ini, judulnya Goyang Perkusi," ungkap Ali Akbar, penyelenggara The Spiritual Journey, melalui siaran pers yang diterima GATRAnews, Senin (14/3), .

Sebagai pelukis, Sohieb Toyaroja menekuni gaya ekspresif. Lelaki berkumis dan berambut gondrong tersebut menyebut lukisannya sebagai realis-ekspresif. Segala yang dilukisnya merupakan hal nyata, namun digambarkannya dengan lebih mengedepankan ekspresi objek, sehingga penikmat lukisan dapat merasakan gerak maupun diamnya sesuatu yang terdapat pada lukisan tersebut. Dan seluruh lukisannya dibuat dengan guratan palette.

"Itulah istimewanya. Sohieb melukis hanya menggunakan palette," kata Ali Akbar.

"Tak ada lukisannya yang didasari lebih dulu dengan kuas atau alat lain, meskipun objeknya berupa wajah manusia yang menuntut ketepatan anatomi maupun watak. Dari awal hingga akhir full palette. Bagi saya proses melukis seperti itu sangat istimewa," tambahnya.

Guna mengungkap di muka publik terkait teknik palette dari pelukis kelahiran Kediri pada 15 Maret 1968, Ali Akbar meminta agar Sohieb melakukan demonstrasi melukis pada saat acara seremonial pembukaan pameran. Aksi tersebut, menurut Ali Akbar, biasa disebut melukis on the spot.

Uniknya, objek lukisan adalah salah satu hadirin yang dipilih secara spontan oleh Sohieb. Lukisan on the spot itu akan diselesaikan oleh Sohieb dalam waktu 10 menit.

Pengelola Kunstkring Art Gallery, Annette Anhyar, menyebut Sohieb Toyaroja sebagai pelukisyang memiliki karakter sangat menarik, fokus, serta memiliki pesan yang kuat. "Lukisan Sohieb yang dipamerankan ini cenderung berwarna natural dan alami. Karya-karya itu mampu membangunkan imajinasi kita kepada keadaan Indonesia jaman dulu," ujarnya.

"Sohieb mengajak kita untuk bereksplorasi dan berinteraksi melalui coretan-coretannya," demikian Annette.



Editor: Edward Luhukay

Edward Luhukay
15-03-2016 13:53