Main Menu

Pameran Lukisan Sohieb Toyaraja Digelar Sebulan Penuh

Edward Luhukay
24-03-2016 14:14

Jakarta, GATRAnews - "The Spiritual Journey" berhasil menampilkan 38 lukisan karya Sohieb Toyaroja di Kusntkring Art Gallery, Jakarta. Sejumlah menteri, beberapa pengusaha besar, praktisi ekonomi dan tokoh-tokoh pergerakan turut hadir menyaksikan pameran yang dibuka oleh Soetrisno Bachir (SB) tersebut pada Selasa (15/3) malam. Pameran itu sendiri akan berlangsung hingga 14 April 2016, menampilkan lukisan dengan objek manusia, sarana, dan suasana Indonesia tempo dulu.

Dalam kata sambutannya, SB menyebut pamer lukisan "The Spiritual Journey" sebagai hal positif dalam rangka menggali dan memperkokoh jati diri bangsa. Namun di sisi lain, SB mengaku cukup prihatin terhadap banyaknya masyarakat yang lebih menggandrungi kreasi budaya dan karya seni impor dari negara-negara yang perjalanan sejarahnya belum sejauh dan setangguh bangsa Indonesia.

"Indonesia memiliki perjalanan yang panjang dan tangguh sebagai sebuah bangsa. Itu semua bisa menjadi hasanah spirit dan seni yang bernilai sangat tinggi. Mengapa harus menggandrungi bahkan copy-paste karya-karya seni dari negara-negara yang perjalanan budayanya belum sejauh dan setangguh kita!" kata SB.

Untuk itu, lanjutnya, masyarakat Indonesia harus membangun kebersamaan di sektor kesenian dan kebudayaan dengan paradigma dan sikap yang jelas. Bukan hanya seniman dan budayawan yang senantiasa dituntut untuk menyajikan karya-karya istimewa, tetapi pemerintah, pengusaha dan masyarakat juga perlu melakukan action konkret yang bisa memberi ruang untuk tumbuhnya kreativitas seni dan budaya negeri sendiri.

Dengan bakat dan kekuatan karakternya, SB yakin, Sohieb layak menjadi maestro lukis Indonesia di kancah global. Dia mengharapkan para pejabat dan pengusaha yang hadir dalam acara seremonial pembukaan itu untuk membantu mewujudkan keyakinan itu.

"Tentu, bersama saya dan para menteri mapun pengusaha-pengusaha yang malam ini belum sempat hadir karena terjebak banjir," jelas SB yang disambut tepuk tangan hadirin. "Makanya kita ini nggak usah ribut-ribut soal pilkada (pemilihan kepala daerah) kemudian terbelah-belah, karena siapapun gubernurnya, Jakarta tetap banjir kok," tambahnya berceletuk santai, yang lantas disambut tawa hadirin.

Sesuai janjinya, pada acara seremonial pembukaan "The Spiritual Journey", Sohieb Toyaroja melakukan demonstrasi melukis on the spot. Menteri Perindustrian Saleh Husin, yang hadir dalam kemeriahan itu, terpilih sebagai objek lukisan on the spot yang dikerjakan oleh Sohieb yang digarap hanya dalam waktu 10 menit!

Sepanjang Sohieb beraksi melukis on the spot, melodi gitar Ega Liong yang dimainkan secara live mengalun penuh dinamika. Gitaris Blackout itu mampu menyuguhkan aransemen musik dan melodi gitar yang "lekat" dengan ekspresi Sohieb. "Nada blues, jazz, rock tadi itu, semuanya sangat murni mengaliri jariku. Sesuai feel dan intuisiku saat sang pelukis beraksi," jelas Ega terkesan puas.

Sementara, Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara, mengaku terkesan dengan pameran lukisan yang penyelenggaraannya dikomandoi oleh Ali Akbar yang selama ini dikenal banyak berkiprah di sektor musik bersama God Bless dan Gong 2000 itu. "Saya pasti akan datang lagi ke arena pameran ini. Mungkin besok atau lusa, saat senggang, supaya bisa lebih leluasa untuk menikmati dan menghayati lukisan-lukisan Mas Sohieb," ujarnya, di sela-sela acara.

Menteri Tenaga Kerja Hanif Dakhiri memandangi dengan cermat setiap lukisan yang terdisplai di galeri yang berusia ratusan tahun itu. Dia tampak terkesima. "Kita wajib memberi ruang untuk memancarkan mutiara-mutiara seni negeri sendiri seperti Mas Sohieb ini. Kita perlebar peluangnya, karena ini merupakan tenaga kerja dengan kualifikasi istimewa. Orang-orang seperti ini mampu mendatangkan value edit yang signifikan dan tak terduga," katanya.

Beberapa buah lukisan Sohieb Toyaroja terjual pada malam pembukaan itu, Antara lain berjudul Membatik Tulis, Peci Soekarno, Roro Jonggrang, Musisi Karo, Glodok Siang, dan Bagan Siapiapi. Para pembeli itu, datang dari beragam kalangan, seperti pengusaha hingga bankir.



Editor: Edward Luhukay

Edward Luhukay
24-03-2016 14:14