Main Menu

Jambore Nasional Pramuka 2016 Hidupkan Kembali Tarian yang Hampir Punah

Nur Hidayat
18-08-2016 14:28

Pata Cengkeh, tarian Maluku yang hampir punah diperagakan peserta Jamnas 2016 (GATRAnews/Albar)

Jakarta, GATRAnews - Para peserta Jambore Nasional Gerakan Pramuka 2016 wajib menampilkan kesenian dari daerah masing-masing. Salah satu hal yang menarik adalah tarian yang ditampilkan Kontingen Maluku, yakni tarian tradisional Pata Cengkeh. 

Menurut Kak Fin, salah satu pembina pendamping Kontingen Maluku, tarian ini tidak populer lagi, tugas generasi sekarang khususnya Pramuka mengangkatnya kembali, karena banyak nilai-nilai luhur yang disampaikan dalam tari ini. ‎”Di Jambore Nasional ini, kami mempersembahkan Tarian Pata Cengkeh, ini adalah Tari asli dari Maluku yang sudah hampir punah, maksudnya sudah banyak generasi muda yang tidak kenal yang jarang ditampikan, jangankan di televisi, di googlepun infonya terbatas”, jelas Kak Fin di Bumi Perkemahan Pramuka, Cibubur, Jakarta (18/8).

Kedepannya lanjut Kak Fin, tarian ini akan diajarkan kepada anggota Pramuka, demi menjaga eksistensi seni dan budaya Maluku sebagai bagian dari keberagamaan bangsa Indonesia. ‎ Sebelumnya di Jambore Nasional saat Upacara Peringatan Kemerdekaan Indonesia ke-71 juga didakan Karnaval Budaya, pasar rakyat, kampanye internet sehat, pengibaran bendera merah putih di Setu Cibubur.

Uniknya dalam Upacara HUT RI ke-71 kemarin peserta diwajibkan menggunakan pakaian adat daerah masing-masing. “Mungkin ini Upacara HUT RI dengan peserta menggunakan pakaian adat terbanyak di Indonesia”, jelas Adhyaksa Dault, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka sesat setelah memimpin Upacara HUT RI ke-71 di lokasi Jamnas X 2016, Cibubur Jakarta. 


Editor: Nur Hidayat

 

Nur Hidayat
18-08-2016 14:28