Main Menu

Para Beswan Djarum Pentaskan "Gema Bumi Palapa"

Edward Luhukay
16-11-2016 08:04

Semarang, GATRAnews - Puncak acara Nation Building gagasan Bakti Pendidikan Djarum Foundation digelar dalam bentuk pentas drama, tari, dan musik, tentang kejayaan Kerajaan Majapahit, dengan titel Gema Bumi Palapa. Di bawah panduan Denny Malik, sebanyak 525 mahasiswa berprestasi penerima Djarum Beasiswa Plus 2016, saling beradu akting di atas panggung acara yang digelar di Semarang, Selasa (15/11) malam, ini.

"Acara ini sangat penting bagi generasi muda Indonesia, khususnya para Beswan Djarum (sebutan bagi para penerima Djarum Beasiswa Plus --Red.), karena wawasan kebangsaan merupakan modal kepercayaan diri dan rasa hormat kita sebagai bangsa yang mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia," jelas Program Director Bakti Pendidikan Djarum Foundation Primadi H Serad, Selasa (15/11), di Semarang.

"Kami ingin para Beswan Djarum memiliki rasa persatuan dan kebanggaan sebagai insan Indonesia dalam mewujudkan cita-cita menjadi bangsa ini sebagai bangsa besar yang bermartabat," Primadi, menambahkan.

Latar belakang yang berbeda dari para Beswan Djarum juga menjadi perwujudan Bhinneka Tunggal Ika, yang menggambarkan keragaman bangsa Indonesia. Selama lima hari, para Beswan Djarum mengikuti rangkaian acara Nation Building, yakni diskusi bertema kebangsaan, kunjungan ke sejumlah situs budaya, serta menjadi pelakon dalam pergelaran seni Malam Dharma Puruhita.

Pada acara diskusi yang mengangkat tema Berkarya Secara Nyata untuk Indonesia, sejumlah figur publik dihadirkan guna memberikan perspektif tentang makna dan hakikat kebangsaan kepada para Beswan Djarum. Sejumlah tokoh tersebut, yakni Menteri Perumahan Rakyat dan Pekerjaan Umum Basuki Hadi Muljono, Ketua Komisi Pemilihan Umum Hasyim Asy`ari, dan perancang perhiasan asal Indonesia Amelia Rachim.

Hasyim dan Amelia merupakan dua alumni Djarum Beasiswa Plus. Hasyim alumni Beswan Djarum periode 1993/1994, sementara Amelia merupakan alumni Beswan Djarum periode 2006/2007.

"Beswan Djarum, sebagai insan yang dibekali dengan kecerdasan intelektual maupun emosional, seyogyanya dapat menyikapi berbagai persoalan yang berpotensi memecah-belah keutuhan bangsa. Berkarya secara nyata memperjuangkan serta mempertahankan keberagaman, serta memaksimalkan potensi diri secara cerdas dan bijak," demikian Primadi.


Editor: Edward Luhukay

Edward Luhukay
16-11-2016 08:04